nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Memahami Bali lewat Buku Balinese Woodcarving: A Heritage to Treasure

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 14:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 17 612 2067331 memahami-bali-lewat-buku-balinese-woodcarving-a-heritage-to-treasure-2ulMal29Hh.jpg Patung Bali. (Foto: Okezone)

MELESTARIKAN budaya Indonesia bisa dilakukan dengan berbagai cara. Hal yang paling mudah dilakukan adalah menghargainya dan jika Anda ingin melakukan sesuatu yang lebih besar, mengapresiasi.

Bentuk apresiasi pun beragam, seperti yang satu ini. Dalam upaya melestarikan sejarah dan budaya Bali, yaitu membuat ukiran kayu, salah satu perusahaan cat internasional Mowilex coba menciptakan buku yang berisi sejarah dan karya ukiran kayu seniman Bali.

Selain itu, pameran ukiran kayu pun dihelat sebagai bentuk nyata dari kegiatan ini. Dalam acara tersebut, Okezone berkesempatan untuk melihat langsung bagaimana indahnya ukiran kayu yang sudah menjadi ciri khas Bali dan bagaimana upaya Bali itu sendiri terus mempertahankan kebudayaannya.

 pameran ukiran kayu pun dihelat sebagai bentuk nyata dari kegiatan ini.

Dilihat dari salah satu karya, Patung Garuda menjadi salah satu ikon yang ditonjolkan dalam pameran ini. Tidak hanya itu, banyak juga patung para dewa dan dewi yang sangat detail dan perlu keahlian khusus untuk membuatnya.

Dijelaskan Seniman Ukir Kayu Bali Anak Agung Gede Rai, dengan adanya buku ini seperti cambuk dan juga bukti nyata bagi budaya Bali yang bisa dibilang mulai luntur dimakan zaman. Bahkan, Agung dengan tegas mengatakan kalau seniman ukir kayu berkualitas asal Bali sekarang sudah jarang ditemukan.

kultur dan budaya itu seperti harta yang tak ternilai harganya dan generasi muda yang bakal melanjutkan itu semua.

"Dengan adanya buku ini, baik seniman maupun mencintai seni jadi semakin paham dengan kultur Bali dan menjadi bahan edukasi juga untuk masyarakat umum. Terlebih ketika ditarik lebih jauh lagi, buku ini bisa jadi medium regenerasi seniman ukir kayu Bali," terangnya pada Okezone di Agung Rai Museum of Art (ARMA) Gallery and Museum di Ubud, Bali.

Agung melanjutkan, dengan semangat yang begitu tinggi ini, diharapkan seniman muda bermunculan kembali dan ini yang akan membuat Bali semakin kental akan tanah budaya yang tak mudah digerus kemajuan zaman. Sebab, bagaimama pun, kultur dan budaya itu seperti harta yang tak ternilai harganya dan generasi muda yang bakal melanjutkan itu semua.

Lebih lanjut, Presiden Direktur Mowilex Indonesia Niko Safavi menjelaskan kalau buku ini semacam potret budaya sekaligus sejarah buat bangsa Indonesia, khususnya seniman ukir kayu di Bali. Dengan adanya dokumentasi dalam bentuk buku seperti ini, diharapkan kekayaan di Bali tidak akan pernah hilang atau bahkan dicuri.

"Kita percaya yang namanya karya seni itu bukan sebatas bicara estetika tetapi juga kualitas. Karya visual semacam ini penting untuk mendapat perhatian dan karena itu, buku sepertinya medium yang pas untuk mengapresiasi para seniman Bali ini," papar dia.

Di dalam buku ini, Anda akan menemukan lima kisah pengrajin ukir kayu yang tentunya menarik.

Buku berjudul "Balinese Woodcarving - A Heritage to Treasure" itu diharapkan juga sebagai inspirasi pelaku industri perhotelan, desainer, dan semua orang yang tertarik mengenal seni kerjainan atau ukir kayu khas Bali. Di dalam buku ini, Anda akan menemukan lima kisah pengrajin ukir kayu yang tentunya menarik.

"Kita selama ini hanya tahu hasil akhirnya tanpa tahu proses pembuatan karya ukir kayu itu. Nah, buku ini bakal memberikan Anda banyak informasi mengenai proses pembuatan karya indah tersebut. Jadi, ini juga membuat Anda bisa lebih menghargai para seniman Bali," tambah Niko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini