nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sunat Bisa Cegah Kanker Penis hingga HIV Loh

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 18:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 18 481 2067950 sunat-bisa-cegah-kanker-penis-hingga-hiv-loh-aaY4oSkcRh.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SUNAT tidak hanya dilakukan sekadar untuk menjalani kewajiban seorang Muslim. Di balik itu, sunat punya banyak manfaat, tak terkecuali mencegah HIV dan kanker penis bagi laki-laki.

Sunat merupakan tindakan membuang kulup dari penis. Karena di bagian dalam kulup tertimbun banyak smegma yang diproduksi sel-sel mukosa, jangan dibiarkan kulup itu menutupi penis.

Produksi smegma tersebut jika dibiarkan bisa terjadi infeksi dan gatal. Maka itu, harus dihilangkan supaya lebih aman.

Maka itu, harus dihilangkan supaya lebih aman.

Sementara itu, dr Mahdian Nur Nasution, SpBS menjelaskan, manfaat dari sunat dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih. Selain itu dapat mencegah penyakit seksual menular pada pria, termasuk HIV.

"Untuk jangka panjang sunat bisa mencegah kanker penis," kata dr Mahdian dalam Diskusi Media Sunat Tanpa Jarum Suntik oleh Rumah Sunatan, di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (18/6/2019).

Dokter Mahdian menerangkan, ketika laki-laki belum disunat, panjang kulupnya menutup bagian ujung penis dengan adanya lipatan-lipatan. Risikonya banyak kuman bersarang, apalagi hasil sisa kencing bisa juga mengkristal.

Risikonya banyak kuman bersarang, apalagi hasil sisa kencing bisa juga mengkristal.

Juga pada proses hubungan seksual, kulit itu akan bergesek-gesek di bagian dalam Miss V. Mukosanya akan mudah lepas, sehingga akan terjadi lecet. Di saat itu, keluar serum luka atau muncul kuman HIV.

"Kalau sudah sunat lebih licin, lebih pas hanya ada di batang. Sehingga pada saat hubungan seksual, gesekannya tidak terlalu berisiko lecet," tutur dr Mahdian.

Dia menuturkan, anak laki-laki wajib disunat di saat usia bayi. Waktu terbaik yaitu di bawah usia 40 hari setelah lahir atau kurang dari usia 6 bulan.

"Di usia bayi, waktu pertumbuhan selnya cepat. Dalam waktu 3 bulan, berat badan bayi saja sudah naik 2 kali lipat. Kalau terjadi luka pada usia itu, akan cepat melakukan regenerasi," bebernya.

Kini bahkan ada inovasi sunat tanpa jarum suntik di saat proses pembiusan. Sehingga, anak akan lebih nyaman dan tidak takut lagi disunat.

"Inovasi dunia kedokteran ini memberikan manfaat, salah satunya di dunia sunat. Yaitu lahirnya suatu produk yang untuk membius tanpa disuntik. Ini lebih efisien dan tidak sakit," ucap dr Mahdian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini