nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Disfungsi Ereksi dengan Squat

Annisa Aprilia Nilam Sari, Jurnalis · Rabu 19 Juni 2019 00:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 18 485 2067938 cegah-disfungsi-ereksi-dengan-squat-VH2OqZXkuS.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Disfungsi ereksi merupakan masalah umum yang dapat dialami oleh semua pria, namun tidak perlu khawatir, karena telah ditemukan obat yang dapat membantu mencegah masalah ereksi.

Dilansir dari DailyStar, Rabu (19/6/2019), Dr Shahzadi Harper, seorang ahli dalam menopause dan perubahan hormon yang memengaruhi libido mengungkapkan tipsnya. Dalam obrolan eksklusif dengan Daily Star Online, dia mengatakan salah satu penyebab disfungsi ereksi saat ini adalah bahwa orang semakin gemuk dan semakin gemuk.

"Sejak usia 45, kadar testosteron pria memang menurun secara alami. Dan jika Anda adalah seseorang yang berada termasuk gemuk maka sebenarnya kadar testosteron Anda bahkan lebih rendah," ujarnya.

 Olahraga

"Berusaha menjaga kebugaran tubuh dan menjaga langsing dan menjaga rasio otot Anda, dan cara sederhana untuk melakukannya adalah dengan melakukan squat," lanjutnya.

Dokter Harper menyatakan bahwa dia menawarkan saran yang sama kepada kliennya yang mengalami masalah tersebut.

"Dengan melakukan squat, kamu membangun otot. Ini akan membantu dalam mencegah diabetes yang semuanya mengarah pada disfungsi ereksi. Untuk meningkatkan kadar testosteron Anda, lakukan beberapa squat," kata Dr Harper.

Kebanyakan pria kadang-kadang gagal mendapatkan atau mempertahankan ereksi dan itu biasanya karena stres, kelelahan, kecemasan atau minum terlalu banyak alkohol, kata NHS.

Tapi itu tidak perlu dikhawatirkan dan jika itu terjadi lebih sering, itu mungkin disebabkan oleh masalah fisik atau emosional. Dokter juga menyatakan bahwa obat-obatan seperti viagra mudah dibeli di toko dan dapat membantu memastikan pria dapat mempertahankan penis yang ereksi.

Penyebab lain yang menyebabkan disfungsi ereksi yaitu termasuk merokok, obat resep seperti beta-blocker dan gagal ginjal.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini