nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Snapchat Dysmorphia Tingkatkan Operasi Plastik di Kalangan Remaja?

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 19:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 18 611 2067919 snapchat-dysmorphia-tingkatkan-operasi-plastik-di-kalangan-remaja-2deAOIneT4.jpg Kylie Jenner dengan filter Snapchat

Kecanggihan teknologi dan kecepatan informasi di era modern sekarang, bisa dibilang hadir bak pedang dengan dua mata sisi. Salah satu contohnya dengan pesatnya perkembangan media sosial, yang mana penggunanya sebagian besar bisa dikatakan adalah remaja dan generasi milenial yang memperhatikan tampilan visual.

Maka tidak heran, remaja sekarang begitu terlihat obsesif menggunakan filter-filter foto yang kerap mereka lihat pada sosok influencer. Mulai dari linimasa Instagram, Snapchat hingga Weibo.

Sampai akhirnya filter-filter yang membuat tampilan visual tampak lebih ideal ini, sekarang telah menjelma menjadi salah satu faktor pendorong di kalangan para remaja untuk melakoni tindak operasi plastik, meniru tampilan visual diri yang terlihat dengan aneka filter tersebut.

 Filter Snapchat

Tengok saja contohnya seperti yang terjadi di China. Sebagaiman dilapor Southchinamorningpost, Selasa (18/6/2019) lebih dari setengah klien tindak operasi plastik tercatat adalah anak-anak muda di bawah usia 28 tahun.

Polanya pun berubah, jika satu dekade lalu orang datang ke klinik operasi plastik sambil membawa potret wajah model, artis, atau bahkan anggota keluarga yang dianggap punya visual di atas rata-rata. Kini yang dibawa sebagai contoh paduan adalah potret wajah diri sendiri yang sudah diberi filter berat dan diedit sedemikian rupa.

 Filter Snapchat

Fenomena terkait kesehatan mental ini sendiri dikenal di industri dengan sebutan “Snapchat Dysmorphia”. Kultur swafoto di media sosial yang meningkatkan peran pervasif dalam membentuk hubungan diri dengan penampilan diri sendiri, yang mana fenomena disebutkan semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Disebutkan oleh Julian De Silva, ahli bedah plastik berbasis di London, suka tidak suka memang media sosial memainkan peran yang begitu besar di kultur kehidupan sosial manusia sekarang, termasuk remaja.

“Media sosial memiliki efek substantial di kultur kehidupan budaya kita secara menyeluruh. Media sosial sangat besar memengaruhi tren operasi plastik dan juga perawatan kosmetik, dan memang ada perubahan yang sangat cepat dalam kurun waktu lima tahun terakhir,” ungkap Julian.

Salah satu contohnya disebutkan oleh Julian, ialah di mana sekarang para pasien operasi plastik lebih banyak mengambil foto wajah diri sendiri alias swafoto yang akhirnya membuat “kesadaran” akan penampilan diri sendiri semakin jauh.

Kini, sebagai hasilnya tidak hanya angka tindak operasi plastik yang meningkat secara global namun juga rentang usia para pasien yang jauh menurun. Dari rata-rata usia 42 tahun, semakin turun semakin muda ke usia 37 tahun untuk lingkup Western dan Eropa.

Begitu juga di Asia, salah satunya China. Menurut laporan platform prosedur kosmetik Geng Mei, yang dirilis 2018 lalu, nilai value industri operasi kosmetik domestik disebutkan mencapai USD71,8 miliar. Ditambah dengan adanya peningkatan jumlah sebanyak 10 persen pada kemunculan klinik operasi plastik jika dibandingkan pada 2017 silam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini