nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaku Kekerasan Seksual Anak Biasanya Malah Ayah, Ibu atau Orang Terdekat Loh!

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 19 Juni 2019 20:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 19 196 2068475 pelaku-kekerasan-seksual-anak-biasanya-malah-ayah-ibu-atau-orang-terdekat-loh-oZTna3aY19.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAKNYA kekerasan seksual pada anak, membuat hak mereka terampas begitu saja. Padahal, anak harus dijauhkan dari perlakuan salah, penelantaran, perundungan, perkawinan dan kehamilan dini, eksploitasi anak, pornografi, hingga penggunaan zat adiktif.

Ditambah lagi, anak dengan disabilitas dan korban bencana serta konflik, juga membutuhkan perlindungan khusus.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Aman B Pulungan, SpA(K) mengatakan, untuk menjamin adanya perlindungan yang kuat terhadap hak anak dan remaja, diperlukan suatu kemitraan dari berbagai pemangku kepentingan. Misalnya lingkungan sosial, sekolah, tempat bermain dan tempat bersosialisasi yang ramah anak.

"Anak yang terlindungi haknya dan bertumbuh, serta berkembang dengan baik, nantinya bisa jadi sumber daya manusia yang berkualitas, yang dapat berkontribusi positif bagi pembangunan Indonesia," ucap Aman Pulungan di Gedung IDAI, kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

pelaku kekerasan tersebut biasanya dari kalangan internal. Bisa ayah, ibu atau kerabat anak yang tinggal dalam satu lingkup.

Selain itu, Satgas Perlindungan Anak IDAI, Dr dr Meita Dhamayanti, SpA(K) menyebut, dengan seringnya anak-anak mengalami kekerasan, baik fisik maupun seksual, maka hal itu akan memberikan dampak buruk dalam masa tumbuh kembangnya.

Dr Meita menyebut, pelaku kekerasan tersebut biasanya dari kalangan internal. Bisa ayah, ibu atau kerabat anak yang tinggal dalam satu lingkup. "Laporan KPAI, tren kekerasan fisik ini sempat naik," tutur Dr Meita.

Menurutnya, kekerasan fisik dilakukan orangtua yang memarahi anak dengan cara memukul. Pastinya ada dampak yang dialami oleh seorang anak, yang bisa menghambat tumbuh kembangnya.

Dia melanjutkan, anak yang menjadi korban kekerasan fisik bisa menyebabkan depresi. Tak sedikit pula dampak kematian akan ada yang tentu membahayakan.

"Karena kekerasan fisik timbullah bullying di kalangan teman-temannya. Anak juga sulit bersosialisasi, sekolah sering absen, nilai pelajaran buruk, nantinya akan banyak pengangguran," terang Meita.

Meita menyebut, Data World Health Organization menemukan bahwa satu dan empat orang dewasa pernah mengalami kekerasan pada masa kecilnya. Selain itu, ditemukan bahwa 1 dari 5 perempuan dan 1 dari 3 laki-laki pernah alami kekerasan secara seksual.

ditemukan bahwa 1 dari 5 perempuan dan 1 dari 3 laki-laki pernah alami kekerasan secara seksual.

Sementara itu, kasus kekerasan pada anak saat ini sudah mulai banyak dilaporkan pada KPAI. Tren pengaduan sekarang ini cenderung meningkat hingga 4.885 kasus.

Dari data KPAI 2018, pengaduan kasus kekerasan anak tersebut antara lain anak berkaitan dengan hukum, keluarga khususnya perebutan hak asuh anak, pornografi dan kejahatan seksual, pendidikan, serta kesehatan dan narkoba.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini