nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjepit Bedah Tertinggal di Perut Selama 23 Tahun

Agregasi Koran Sindo, Jurnalis · Rabu 19 Juni 2019 21:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 19 481 2068416 penjepit-bedah-tertinggal-di-perut-selama-23-tahun-orCUiukANW.jpg Penjepit Tertinggal di Perut Selama 23 Tahun (Foto: Ist)

SEORANG wanita Rusia Ezeta Gobeeva, 62, sangat terkejut saat mengetahui penjepit bedah tertinggal di dalam perutnya setelah operasi caesar 23 tahun silam.

Gobeeva mengaku mengalami rasa sakit parah selama beberapa tahun setelah operasi caesar. Para dokter pun menyatakan dia mengalami masalah liver dan memberi resep obat pereda rasa sakit.

Wanita itu melakukan operasi bedah sesar pada 1996 dan penjepit bedahnya tertinggal di perutnya. Penjepit berbentuk seperti gunting itu memiliki panjang sekitar enam inchi.

Gobeeva yang berasal dari wilayah Ossetia Utara itu akhirnya melakukan pemeriksaan sinar X untuk mengetahui penyebab rasa sakit yang dialaminya selama bertahun-tahun. Petugas radiografi pun menduga Gobeeva mengantongi gunting.

Namun, petugas itu akhirnya mengetahui bahwa benda dari logam itu ada di dalam perut wanita tersebut. “Dia mengatakan, ‘Ini gunting, kamu memiliki gunting di dalam tubuhmu’,” ungkap Gobeeva menirukan perkataan petugas radiografi tersebut.

“’Apa gunting?’ tanya saya. Dia menunjukkan saya gambar sinar X. Saya tidak mengingat apapun setelah itu. Saya menangis. Saya histeris. Selama bertahun-tahun saya kesakitan,” tutur Gobeeva, dilansir Daily Mail.

Gobeeva masih memiliki penjepit itu di perutnya dan sedang mempersiapkan operasi untuk mengambilnya. “Rasa sakit ini sangat mengerikan. Saya masih dalam pengobatan,” kata dia sambil menangis.

Dia bercerita bahwa setiap malam selalu minum pil untuk mengatasi rasa sakitnya.

Kementerian Kesehatan Alania-Ossetia Utara membenarkan laporan surat kabar Komsomolskaya Pravda bahwa investigasi sedang dilakukan untuk mengusut skandal operasi bedah ini. “Investigasi sedang dilakukan. Menteri secara langsung mengawasi situasi,” ungkap pernyataan juru bicara Kementerian Kesehatan Irina Abaeva.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini