nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inikah Jenis Diet Paling Ampuh untuk Turunkan Berat Badan?

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 19 Juni 2019 22:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 19 481 2068512 inikah-jenis-diet-paling-ampuh-untuk-turunkan-berat-badan-hdxptvpjfh.jpg Inikah diet paling efektif? (Foto: Hindustan Times )

BEGITU banyak orang yang bermimpi untuk bisa menurunkan berat badan, menghilangkan lemak-lemak jahat di dalam tubuh. Untuk penurunan berat badan, begitu banyak metode diet yang bergulir di kalangan masyarakat.

Tapi dari sederet banyak program diet yang ada, diet jenis apakah yang diketahui memiliki hasil paling nyata bisa mengusir lemak-lemak dalam tubuh?

Sebagaimana dikutip Forbes, Rabu (19/6/2019) dari hasil penelitian sebuah tim dari Universitas Ben-Gurion of Negev (BGU) yang dipimpin oleh Profesor Iris Shai baru-baru ini menerbitkan studi tentang dampak jangka panjang diet dan olahraga rendah karbohidrat Mediterania, dengan mengukur dampaknya dengan magnetic resonance imaging (MRI) memindai untuk memetakan distribusi lemak tubuh.

Untuk studi ini, para peneliti menggunakan hasil scan MRI seluruh tubuh dari 278 peserta obesitas, merinci distribusi lemak mereka sebelum, selama dan setelah periode percobaan 18 bulan untuk menganalisis efek dari dua diet khusus pada distribusi lemak tubuh.

Hingga akhirnya studi ini menunjukkan bahwa diet Mediterania rendah karbohidrat lah yang memiliki efek yang lebih signifikan pada pengurangan lemak di sekitar hati (lemak hati), jantung dan pankreas, dibandingkan dengan diet rendah lemak dengan jumlah kalori yang sama.

 Diet rendah karbo

Sementara penurunan berat badan secara keseluruhan antara diet tidak mengungkapkan perbedaan yang signifikan. Studi ini juga mencatat bahwa latihan fisik dapat mengurangi tingkat obesitas di pusat perut (abdominal obesity) , faktor risiko yang diketahui untuk mengembangkan sindrom metabolik (terkait dengan peningkatan tekanan darah dan kolesterol), dan terkait dengan peningkatan risiko serangan jantung, stroke dan penyakit arteri perifer.

Dijelakan lebih jauh, mengurangi lemak hati hingga 30persen ini bersama dengan penurunan berat badan merupakan aspek penting dalam mengurangi risiko kesehatan jangka panjang yang berhubungan dengan obesitas. Kandungan lemak hati yang tinggi dikaitkan dengan sindrom metabolik, diabetes tipe 2 dan penyakit arteri koroner. Seiring dengan penurunan berat badan yang aman, lemak di sekitar jantung menurun 11persen atau volumenya hampir 70 cc, lemak visceral berkurang 25persen.. Sementara itu, lemak di dalam dan sekitar pankreas dan otot sayangnya berkurang hanya 1 hingga 2persen.

Masih dalam studi yang sama, tim peneliti diketahui mengevaluasi efek dari mengurangi lemak hati,, dengan cara melihat hasil pada 278 orang obesitas yang mengikuti dua pola diet. Diet Mediterania dan diet rendah lemak. Tim peneliti memperhatikan para peserta ini selama 18 bulan, lengkap dengan mengukur biomarker darah dan mengevaluasi distribusi lemak pada pemindaian MRI.

Untuk penelitian ini, kelompok diet rendah karbohidrat Mediterania menjalani diet rendah daging merah, daging unggas dan juga daging ikan bersama dengan sayuran segar, kacang-kacangan yang sehat. Sedangkan peserta yang berada dalam kelompok diet rendah lemak, membatasi asupan lemak total hingga 30persen dari total kalori, dengan tidak lebih dari 10persen lemak jenuh, kurang dari 300mg kolesterol per hari, dan meningkatkan serat makanan. Peserta juga diperintahkan untuk makan biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan dan membatasi konsumsi lemak ekstra, gula rafinasi, dan makanan ringan dengan kelebihan lemak tinggi.

Hasilnya? Dikatakan peserta dalam kelompok diet rendah karbohidrat Mediterania menunjukkan penurunan kandungan lemak hati yang jauh lebih besar daripada mereka yang berada dalam kelompok diet rendah lemak, bahkan setelah memperhitungkan perbedaan dalam kehilangan lemak visceral yang dicatat pada scan MRI.

Para peneliti menemukan bahwa mengurangi lemak hati, tidak hanya bertujuan untuk penurunan berat badan secara umum, tapi utamanya lebih ke tujuan untuk mengurangi berbagai risiko yang terkait dengan obesitas. Di mana lemak visceral, yang aktif secara metabolik adalah lemak yang membungkus semua organ dalam tubuh, salah satunya terletak di hati, jantung, dan usus diketahui sebagai jenis lemak yang paling berbahaya dan secara signifikan meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer.

Selain itu, studi ini juga menunjukkan bahwa risiko penyakit jantung berkurang pada tingkat yang lebih besar pada peserta yang melakukan diet rendah karbohidrat Mediterania dibandingkan dengan mereka yang memilih jenis diet rendah lemak. Hal ini terlihat dalam pengukuran profil lipid dan timbunan lemak visceral pada pemindaian MRI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini