nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali Jenis Pelecehan Seksual dan Cara Mengatasinya

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 11:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 20 196 2068643 kenali-jenis-pelecehan-seksual-dan-cara-mengatasinya-kxQCe1eYpT.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BERADA di kantor, bukan berarti Anda aman dari pelecehan seksual. Pelecehan seksual di lingkungan kerja dapat menimbulkan trauma mendalam. Pasalnya, korban tidak memahami apa yang harus dilakukan saat berhadapan kembali dengan pelakunya.

Mengutip laman Western Cape Government, pelecehan seksual adalah segala bentuk perilaku fisik, verbal, maupun nonverbal bernuansa seksual yang menimbulkan rasa tidak nyaman terhadap orang lain.

Pada kasus pelecehan seksual di kantor, pihak yang menjadi korban adalah orang-orang yang berada dalam suatu lingkungan kerja. Perilaku ini memengaruhi kondisi korban dan menciptakan lingkungan yang tidak aman bagi mereka.

Perilaku ini memengaruhi kondisi korban dan menciptakan lingkungan yang tidak aman bagi mereka.

Pelecehan seksual di lingkungan kerja dapat terjadi dalam berbagai bentuk, antara lain:

1. Pelecehan seksual fisik

Jenis pelecehan ini melibatkan semua jenis kontak fisik yang tidak diinginkan oleh korban. Di antaranya sentuhan, serangan, percobaan pemerkosaan, serta pelanggaran terhadap ruang pribadi korban.

2. Pelecehan seksual verbal

Pelecehan verbal ditunjukkan melalui kalimat berbau seksual yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Kalimat tersebut dapat berupa komentar, ejekan, lelucon, perkataan tersirat, siulan, serta pertanyaan mengenai kehidupan seksual korban.

Pelecehan verbal ditunjukkan melalui kalimat berbau seksual yang menimbulkan rasa tidak nyaman.

3. Pelecehan seksual nonverbal

Pelecehan seksual di kantor juga dapat terjadi dalam bentuk nonverbal. Misalnya, saat pelaku menunjukkan bahasa tubuh bernuansa seksual, atau menampilkan gambar-gambar seksual yang tidak diinginkan korban.

4. Quid pro quo

Jenis pelecehan ini terjadi ketika karyawan, supervisor, manajer, atau pihak lainnya memengaruhi orang lain untuk melakukan pelecehan seksual, baik secara sadar maupun tidak.

Cara menghadapi pelecehan seksual di kantor

Pelecehan seksual akan berpengaruh besar terhadap kondisi emosional korban. Namun, ingatlah bahwa semakin lama Anda menunda untuk melapor, semakin sulit bagi Anda memperoleh keadilan.

Berikut adalah cara yang harus Anda lakukan untuk menghadapi pelecehan seksual:

1. Mengatakan tidak dengan tegas

Langkah pertama yang harus Anda lakukan saat menghadapi pelecehan seksual di kantor adalah berani mengatakan tidak. Tolak semua ajakan dan rayuan dengan tegas agar ia memahami bahwa Anda merasa terintimidasi oleh perilakunya.

2. Melaporkan kepada rekan kerja

Segeralah melapor kepada atasan atau siapa pun yang memiliki kuasa untuk menghentikan perbuatan pelaku. Cara terbaik untuk melapor adalah melalui surat. Sampaikan dengan rinci dan jangan lupa menyimpan salinan surat untuk diri Anda sebagai bukti.

Pelaku pelecehan seksual di kantor mungkin akan melindungi diri dengan merecoki hasil kerja Anda.

3. Menjaga hasil kerja Anda

Pelaku pelecehan seksual di kantor mungkin akan melindungi diri dengan merecoki hasil kerja Anda. Itu sebabnya jagalah semua salinan pekerjaan, evaluasi, serta dokumen penting yang berkaitan dengan pekerjaan Anda untuk menghindari hal ini.

4. Mencari bantuan rekan kerja

Carilah orang yang bisa dipercaya untuk menceritakan detail terjadinya pelecehan. Peran rekan kerja sangat penting karena mereka dapat membantu sebagai saksi, terutama jika rekan kerja Anda juga pernah mengalami pelecehan serupa.

5. Memantau tindak lanjut laporan

Ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi setelah Anda melaporkan pelecehan seksual. Berikut adalah tindakan yang perlu Anda lakukan:

Perusahaan tidak menanggapi laporan. Tanyakan alasannya kepada perusahaan. Siapkan bukti serta saksi yang ada. Jika cara ini tidak berhasil dan pelaku masih melakukan pelecehan, Anda dapat mempertimbangkan untuk melanjutkan laporan ke polisi.

Perusahaan menanggapi, tapi tidak bicara pada pelaku. Artinya, investigasi yang dilakukan perusahaan tidak cukup untuk menghentikan pelaku. Anda juga dapat mengambil langkah hukum perihal ini.

Kasus pelecehan selesai, tapi Anda tetap harus bekerja dengan pelaku.

Kasus pelecehan selesai, tapi Anda tetap harus bekerja dengan pelaku. Jika pelaku tidak mendapatkan sanksi atau rehabilitasi akibat perilakunya, Anda dapat menyampaikan keinginan untuk berpindah divisi pada atasan.

Pelecehan seksual di kantor memiliki dampak yang nyata bagi korban. Ironisnya, tidak semua korban berani melapor setelah mengalaminya. Inilah yang membuat pelaku pelecehan seksual berani mengulangi perbuatannya.

Bangkit dari trauma pelecehan seksual memang tidak mudah, tapi bukan berarti mustahil. Anda bisa meminta dukungan dari rekan kerja, teman, maupun keluarga untuk menghadapinya hingga pulih kembali.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini