nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berkaca dari Agung Hercules, Apakah Steroid Bisa Sebabkan Kanker?

Intan Afika, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 10:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 20 481 2068614 berkaca-dari-agung-hercules-apakah-steroid-bisa-sebabkan-kanker-UMTMWciEPT.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KABAR soal serangan kanker kembali ramai di publik, setelah almarhumah Ibu Ani Yudhoyono, Kepala Humas BNPB Sutopo kini giliran Agung Hercules yang dikabarkan kena kanker otak.

Sekadar informasi, kanker otak adalah kondisi di mana tumbuhnya tumor ganas di otak. Penyakit ini dibagi menjadi dua tipe. Terdiri dari kanker otak primer yang penyebabnya datang dari otak, dan kanker otak sekunder yang muncul dari bagian tubuh lain, lalu menyebar sampai ke otak.

Penyanyi dangdut yang terkenal dengan slogan "Tidak Goyan, Barbel Melayang" ini memang memiliki ciri khas badan kekar. Tidak heran, Agung memang rajin fitnes. Nah, berbicara soal fitnes, hampir tiap orang yang ingin membentuk badan dengan fitnes mengonsumsi steroid.

berbicara soal fitnes, hampir tiap orang yang ingin membentuk badan dengan fitnes mengonsumsi steroid.

Steroid atau yang biasa dikenal sebagai doping para atlet ini, ternyata merupakan salah satu obat yang paling banyak digunakan dalam praktek kedokteran sehari-hari. Bahkan, steroid juga disebut sebagai obat dewa. Tapi, apakah steroid menjadi penyebab kanker yang dialami Agung Hercules?

Dihubungi Okezone, dr. Sonar Sp.B-Onk menyebut steroid biasa digunakan sebagai imunosupresan dan antiinflamasi. Hormon ini, tidak hanya diberikan pada seseorang yang mengalami kekurangan steroid alami dalam tubuhnya, tetapi juga pada keluhan asma, alergi, rheumatoid arthritis dan masih banyak penyakit lainnya.

Baca lebih lanjut, hubungan kanker dengan steroid.

Dengan demikian, steroid banyak digunakan untuk pengobatan kanker. "Ada yang untuk membantu mengurangi peradangan sehingga lebih cepat mengecilkan dan sering juga untuk mengurangi efek samping kemoterapi seperti mual atau muntah," katanya.

Walaupun begitu, penggunaan steroid bisa mengakibatkan seseorang mengalami berbagai masalah kesehatan jika tanpa indikasi dokter.

"Misalnya, pada atlet yang dilarang adalah doping dengan steroid karena akan memacu tubuh secara berlebihan, sehingga bisa terjadi gangguan tubuh yang merugikan. Apapun yang baik akan menjadi buruk bila berlebihan. Maka gunakanlah secukupnya sesuai kebutuhan,” jelas dia.

penggunaan steroid bisa mengakibatkan seseorang mengalami berbagai masalah kesehatan jika tanpa indikasi dokter.

Adapun bahaya penggunaan steroid dalam jangka panjang dan dengan dosis yang besar pada pria, antara lain:

- Penyusutan ukuran testis.

- Jumlah sperma menurun.

- Mengalami pembesaran payudara.

- Berisiko kepada kemandulan dan mengalami impotensi.

- Gangguan prostat.

- Nyeri otot dan tulang.

- Kebotakan

Sementara itu, bahaya steroid yang muncul jika digunakan secara jangka panjang oleh wanita, antara lain:

- Tumbuh bulu berlebihan pada tubuh dan wajah.

- Suara menjadi berat seperti suara pria.

- Terjadi pembesaran pada klitoris.

- Menyebabkan menstruasi tidak teratur.

- Mengalami penyusutan ukuran payudara.

Selain efek di atas, beberapa efek negatif pada pria maupun wanita yang bisa diakibatkan oleh penggunaan steroid dalam jangka panjang, antara lain:

- Menyebabkan rasa nyeri pada otot.

- Membuat pertumbuhan tulang terhambat bagi pemakai usia remaja.

- Bisa menyebabkan gangguan fungsi hati dan ginjal.

- Menyebabkan kerontokan rambut dan kebotakan.

- Terjadinya pembesaran tidak normal pada otot jantung.

- Gangguan psikologis, seperti perubahan mood, depresi, merasa cemas, dan perilaku agresif.

- Menimbulkan masalah pada kulit seperti jerawat, ruam, dan iritasi kulit.

- Bisa menyebabkan adanya kelainan lemak darah sehingga memperbesar risiko terkena penyakit jantung.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini