nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Larang Anak Bermain di Luar Ruangan, Ini Manfaatnya!

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 21 Juni 2019 12:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 21 481 2069091 jangan-larang-anak-bermain-di-luar-ruangan-ini-manfaatnya-X2nmC1dKBA.jpg Aktivitas bermain di luar ruangan (Foto : Earth)

Dunia anak adalah dunia bermain. Beberapa orangtua mungkin ada yang ingin anaknya tumbuh dengan tingkat kecerdasan tinggi sehingga membatasi aktivitas bermain di luar ruagan dan lebih memilih untuk menyuruhnya belajar. Padahal, bermain adalah bagian dari kegiatan belajar anak.

Melalui bermain, anak mengasah kemampuan fisik dan gerak, kreativitas, keterampilan berbahasa dan sosial, serta kecerdasan spasial. Namun yang perlu diingat, manfaat tersebut baru bisa didapat secara optimal apabila anak melakukan aktivitas bermain di luar ruangan. Bukan melalui permainan yang ada di gawai sebab itu malah bisa berdampak buruk terhadap anak.

"Untuk meningkatkan kecerdasan, otak anak membutuhkan stimulasi. Stimulasi paling lengkap didapatkan bila anak bermain dan di luar ruangan," ungkap dokter spesialis anak, dr Catharine Mayung Sambo, Sp.A (K) saat ditemui Okezone dalam diskusi media 'Pentingnya Bermain di Luar Ruangan' yang diadakan oleh Rumah Sakit Pondok Indah Group di Jakarta.

Anak Bermain

Dokter yang akrab disapa Mayung itu menjelaskan bila bermain di luar ruangan membuat anak memiliki pengalaman inderawi tentang dunia nyata. Anak bisa melihat bentuk dedaunan, hewan, membedakan bentuk, dan segala macamnya yang sebenarnya berbeda dengan gambar yang dilihat.

"Anak perlu melihat secara 3D wujud benda yang dilihat digambar agar dia bisa mengetahui perbedaan dan bentuknya," imbuh dr Mayung.

Selain itu, dokter yang bertugas di RS Pondok Indah itu menjelaskan jika aktivitas bermain di luar ruangan melatih kecerdasan spasial anak. Anak menjadi tahu letak rumahnya di mana, ada apa saja di lingkungan sekitarnya, dan berbagai macam arah. Bermain di luar ruangan juga melatih tubuh anak untuk terkena paparan suhu. Bagaimanapun suhu di dalam ruangan berbeda dengan suhu di dalam ruangan.

"Perlu diingat, seberagam apapun pengalaman anak di dalam ruangan, anak tetap membutuhkan aktivitas di luar ruangan. Penelitian mengatakan aktivitas luar ruangan mendorong lebih banyak anak aktif daripada sendentari," terang dr Mayung.

Anak yang aktif tentu pertumbuhan tulang dan ototnya menjadi lebih optimal. Dengan banyak bergerak juga membantu meningkatkan kesehatan anak dan mencegahnya mengalami obesitas. Satu hal yang tak kalah penting, bermain di luar ruangan membantu melatih keterampilan sosial anak.

Anak akan bertemu dengan orang lain yang membuatnya mau tak mau berinteraksi. Secara tidak langsung keterampilan bahasa anak ikut dilatih. Lantas bagaimana dengan anak yang sulit untuk diajak bermain di luar ruangan?

"Triknya adalah orangtua sediakan waktu bersama untuk aktivitas bermain di luar ruangan. Kasih contoh kasih kepada anak pengalaman yang menyenangkan. Kalau anak belajar dalam situasi aman dan menyenangkan mereka lebih bisa melakukannya, ini juga bisa meningkatkan kedekatan anak dan orangtua," pungkas dr Mayung

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini