Kapan Anak Demam Harus Dikompres dengan Air Hangat dan Air Dingin?

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 21 Juni 2019 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 21 481 2069256 kapan-anak-demam-harus-dikompres-dengan-air-hangat-dan-air-dingin-D5dZnaNWk9.jpg Anak demam dikompres (Foto : Momjunction)

Saat anak demam, banyak orangtua yang memilih mengompresnya sebagai bentuk pertolongan darurat. Kompres dipercaya dapat membantu menurunkan suhu tubuh anak. Tapi, mungkin masih ada beberapa orangtua yang bingung sebaiknya anak dikompres dengan air hangat atau air dingin.

Untuk hal satu ini, dokter spesialis anak, dr Catharine Mayung Sambo, Sp.A, memberikan penjelasan. Menurutnya, ada dua kondisi tubuh anak yang memerlukan kompres. Pertama apabila anak demam karena terjadi infeksi di dalam tubuhnya. Kedua jika anak mengalami luka atau memar karena proses inflamasi alias peradangan.

"Jika anak demam karena infeksi, maka dia harus dikompres dengan air hangat. Infeksi membuat suhu tubuh meningkat karena terjadi perubahan pengaturan suhu tubuh. Demam merupakan reaksi tubuh melawan infeksi sehingga secara umum tubuh akan berusaha meningkatkan suhu tubuh," terang dokter yang akrab disapa Mayung.

anak demam

Ditemui Okezone dalam sebuah acara di Jakarta belum lama ini, dr Mayung menjelaskan ada standar suhu tertentu untuk melawan infeksi. Selama suhu tersebut belum tercapai, maka tubuh anak akan tetap demam bahkan suhunya terus meningkat. Untuk itu, kompres air hangat diperlukan agar membantu tubuh mencapai standar suhu tersebut.

"Kalau kompres air dingin, suhu tubuh tidak naik jadi panasnya makin tinggi. Bisa juga saat demam anak berendam di air hangat. Dengan catatan kalau suhunya sudah dirasa normal harus segera dikeringkan," tutur dr Mayung.

Sementara itu, kompres air dingin diperlukan jika tubuh mengalami luka atau memar. Sebaiknya kompres air dingin diberikan dalam waktu 48 jam pertama setelah terjadinya peradangan. "Kompres air dingin menekan proses inflamasi dan membantu darah untuk cepat beku," tandas dr Mayung.

Berdasarkan penjelasan dokter di atas, maka orangtua sudah mengetahui langkah yang tepat untuk mengompres anak demam, sakit atau mengalami luka. Jangan sampai salah memilih jenis air untuk kompres.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini