nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Parah! Mulut Remaja Ini Hancur Usai Vapenya Meledak

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 21 Juni 2019 17:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 21 612 2069291 parah-mulut-remaja-ini-hancur-usai-vapenya-meledak-VekRNvYk71.jpg Pria menikmati vape (Foto: Pixabay)

Saat ini rokok elektrik atau vape telah menjadi sebuah gaya hidup yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan para generasi muda. Mereka kerap menghisap vape ketika tengah berkumpul bersama para sahabat sambil berbincang satu sama lain.

Namun, bukan berarti vape lebih aman ketimbang rokok biasa. Jika tidak hati-hati dalam menggunakannya, justru benda yang satu ini bisa berubah menjadi malapetaka untuk Anda.

Ngavape

(Foto: Pixabay)

Belum lama ini seorang anak laki-laki berusia 17 tahun dari Nevada,AS mengalami musibah saat vapenya meledak.

Rahang remaja itu hancur dan beberapa giginya patah setelah vape berbentuk pena yang digunakannya meledak di dalam mulut. Remaja malang tersebut bernama Austin Adams.

Singkat cerita Adams telah meminta sang ibu, Kailani Burton untuk membelikannya sebatang vape untuk menghentikan kebiasaanya merokok. Namun, pada Maret 2018 perangkat vape itu secara tak terduga meledak saat berada di mulutnya.

Bagaikan bom yang meledak, vape tersebut telah merusak rahang dan menghancurkan beberapa giginya. Setelah kejadian tersebut remaja tersebut langsung dilarikan menuju Rumah Sakit Primary Children’s di Salt Lake City dengan menempuh lima jam perjalanan dari kota asalnya.

“Austin masuk dengan tangan terangkat ke mulut. Ia kaget dan tidak dapat berbicara,” kenang sang ibu, sebagaimana dilansir VT, Jumat (21/6/2019).

Hal tersebut juga dibenarkan oleh salah satu Ahli Bedah Trauma Dokter Katie Russell. Menurutnya selain mengalami kerusakan pada bagian rahangnya, remaja tersebut juga mengalami luka bakar di sekitar bibirnya.

“Anak ini mengalami cedera ledakan di rahang bawahnya serta luka bakar di sekitar bibirnya. Ledakan yang melukai Adams sama sekali tidak terduga. Ia tidak ingat telah melakukan kesalahan dengan perangkat sebelumnya dan itu meledak begitu saja,” terang Russell.

Pekan lalu Food and Drug Administration (FDA) yang bertanggung jawab untuk mengatur semua produk tembakau dan rokok elektrik menyelesaikan pedoman keselamatan. FDA merekomendasikan agar perusahaan membagikan informasi terperinci tentang jenis baterai yang mereka gunakan.

Seperti dilansir Vt.co, FDA menilai ledakan tersebut terjadi karena baterai lithium-ion yang berada di dalam vape terlalu panas. Meski demikian mereka belum mengirimkan surat peringatan tentang panas berlebih dan ledakan baterai di dalam vape. Perusahaan harus mengolah baterai untuk membuatnya lebih kecil untuk menghindari panas.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini