Gara-gara Kelamaan Main Ponsel Muncul Tanduk di Tengkorak

Ayu Dita Rahmadhani, Jurnalis · Sabtu 22 Juni 2019 19:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 22 481 2069669 gara-gara-kelamaan-main-ponsel-muncul-tanduk-di-tengkorak-NLGU6lFlK8.jpg Orang kebanyakan main smartphone (Pixabay)

Smarphone kini menjadi suatu barang yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi kaum milenial. Mulai dari bangun tidur, di sela-sela kegiatan apapun. Bahkan hingga akan beranjak tidur, smartphone yang selalu setia menemani kita setiap saat.

Kebiasaan tersebut nyatanya memiliki banyak dampak buruk seperti insomnia, mata merah, nyeri sendi, dan masih banyak lagi. Lebih dari itu, baru-baru ini peneliti mengungkap bahwa penggunaan ponsel pintar yang berlebihan menyebabkan tumbuhnya tanduk di tengkorak mereka.

 Tanduk

(Foto: The Sun)

Seperti yang dilansir The Sun, Sabtu (22/6/2019), para ilmuwan mengklaim 'tanduk' tersebut adalah efek samping dari menghabiskan waktu terlalu lama untuk melihat layar smartphone.

Profesor di University of the Sunshine Coast di Queensland, Australia, telah melihat peningkatan jumlah orang muda dengan pertumbuhan tulang di bagian bawah tengkorak mereka.

Tonjolan sepanjang 3 cm tersebut dikenal sebagai pembesaran tonjolan oksipital eksternal atau EEOP. Penemuan mengejutkan itu diketahui ketika Dr David Shahar dan Associate Professor Mark Sayers sedang memeriksa hasil sinar-x lebih dari 200 orang dari segala usia.

Mereka menemukan, hampir setengah warga usia antara 18 dan 30 tahun telah mengalami pertumbuhan tonjolan tersebut. Penasaran dengan temuan mereka, pengujian lebih lanjut dilakukan dengan pemindaian MRI untuk mengetahui genetika atau cedera sebagai penyebabnya.

Ini bukan pertama kalinya kelainan ini ditemukan pada manusia. Mereka pertama kali dibahas pada tahun 1800-an namun sangat sedikit kasus ini terjadi. Kini ilmuan percaya bahwa waktu bermain smartphone kita adalah penyebab utama makin maraknya kasus ini.

Bermain smartphone selama berjam-jam dapat membuat begitu banyak tekanan pada bagian-bagian tubuh yang kurang digunakan, sehingga semakin lama bagian-bagian tubuh tersebut semakin berubah.

Dr Shahar mengatakan, "Menggeserkan kepala ke depan menghasilkan pemindahan berat kepala dari tulang belakang ke otot-otot di bagian belakang leher dan kepala."

Dia juga menambahkan, sekali pertumbuhan baru terbentuk, dan selama mereka tidak menyebabkan kerusakan, maka mereka tidak akan pernah menghilang.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini