nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ilmuwan China Coba Ciptakan Frankenstein di Dunia Nyata!

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 02:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 23 612 2069963 ilmuwan-china-coba-ciptakan-frankenstein-di-dunia-nyata-q5x75vR7hw.jpg Ilustrasi. (Foto: Walesonline)

BEBERAPA di antara kita mungkin sering mendengar tentang manusia mutan di film-film tertentu. Namun sebentar lagi hal tersebut bukanlah fiktif belaka. Bayi mutan kembar diprediksi segera lahir.

Beberapa waktu lalu, ilmuwan He Jiankui sempat menggemparkan komunitas ilmiah lantaran mengaku berhasil memodifikasi gen embrio manusia. Modifikasi menggunakan prosedur pengeditan gen yang kuat CRISPR untuk mengubah DNA gadis kembar sehingga mencegah mereka tertular HIV. Bayi yang belum lahir itu dijuluki 'Lulu' dan 'Nana'.

Para ilmuwan dan anggota masyarakat mengecam penelitian tersebut dan mengkritik He. Tindakannya dianggap tidak bermoral dan kurang etis. Dia bahkan dijuluki sebagai ilmuwan 'Frankenstein' oleh beberapa kritikus.

Hal ini dikarenakan orang yang gen berubah tampaknya lebih rentan terhadap infeksi.

Di sisi lain, asisten direktur Nuffield Council on Bioethics, Dr Pete Mills mengatakan belum ada kejelasan mengenai nasib bayi-bayi 'mutan' yang tengah dikandung hingga saat ini. Namun yang pasti, dia tidak dapat menerima percobaan mutasi gen yang dilakukan oleh He dan timnya. Sebab percobaan tersebut tidak mungkin dibenarkan.

"Kita benar-benar tidak tahu apa konsekuensinya dan mungkin saja ada konsekuensi yang mengerikan," ujar Dr Mills seperti yang Okezone kutip dari Mirror.

Sebuah laporan penelitian lain juga ada yang mengatakan bila bayi yang gennya dimutasi mungkin memiliki harapan hidup yang lebih pendek. Hal ini dikarenakan orang yang gen berubah tampaknya lebih rentan terhadap infeksi.

Sementara itu, He menyebutkan adanya kemungkinan kehamilan kedua hasil dari mutasi gen. Hal tersebut diungkapkannya melalui konferensi genom manusia di Hong Kong. Tapi hingga kini tidak ada kabar pembaruan karena China termasuk negara represif dan hukum yang ketat.

 Dirinya dikatakan telah memalsukan surat peninjauan etis dan sengaja menghindari pengawasan.

Adapula laporan He tengah menjadi tahanan rumah setelah pemerintah provinsi setempat melakukan penyelidikan. Dirinya dikatakan telah memalsukan surat peninjauan etis dan sengaja menghindari pengawasan.

Selain itu, dia diklaim telah mengumpulkan dana sendiri dan secara pribadi mengorganisir tim proyek, termasuk staf asing.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini