nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada Depresi, Kenali Ciri-cirinya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 25 Juni 2019 12:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 25 481 2070603 waspada-depresi-kenali-ciri-cirinya-xaLzDAfQat.jpg Ilustrasi penderita depresi (Foto: Daily Mail)

KERASNYA kehidupan serta tingginya beban hidup zaman sekarang membuat seseorang dengan mudah mengalami depresi. Depresi adalah suatu kondisi medis yang dapat diketegorikan menjadi tiga gejala.

Depresi bisa bisa berefek pada suasana hati yang buruk, minat yang rendah, kecemasan, rendahnya motivasi dan sebagainya. Selain itu depresi juga bisa mempengaruhi kognitif seseorang seperti gangguan konsentrasi, pelupa, sulit untuk membuat rencana, lambat dalam bereaksi dan masih banyak lainnya.

Tak hanya menyerang mood dan psikis saja, depresi juga bisa menimbulkan gejala fisik seperti nyeri, gangguan tidur, gangguan nafsu makan dan lain sebagainya. Penting untuk diingat bahwa gejala-gejala kognitif dan fisik ini dapat berkontribusi terhadap gangguan fungsi pada pasien yang mempengaruhi kualitas hidup mereka.

Simposium tentang depresi

Beberapa pasien depresi akan berpikir untuk melakukan tindakan bunuh diri. Menurut World Helath Organization (WHO) pada 2017 setiap 40 detik terjadi kasus bunuh diri. Deteksi dini yang tepat dapat meningkatkan remisi untuk menghindari terjadinya kekambuhan, mengurangi beban emosi dan keuangan yang timbul dari kasus depresi ini.

Menurut Konsultan Prikiatris, dr. Margarita Maramis, ada beberapa ciri yang bisa diketahui dari seorang penderita depresi. Ciri tersebut dapat dibedakan dengan sangat mudah, karena beberada indikator dapat diperoleh dari tingkah laku orang tersebut setiap harinya.

“Ciri yang paling mudah dari seorang yang depresi adalah jadi bawa perasaan (baper), mudah tersinggung. Tidurnya tidak konstan bisa banyak bisa kurang. Berat badannya bisa naik dan turun, rasa capek yang selalu melekat, terbesit pikiran untuk bunuh diri, fungsi kognitif yang terganggu dan masih banyak lainnya,” terang dr. Margarita dalam acara konferensi pers Simposium Regional Lundbeck.

Tentunya depresi ini menjadi sebuah penyakit yang mengkhawatirkan. Tercatat di Asia Tenggara ada sekira 27 persen orang yang mengalami depresi. Sementara di luar sana masih ada 50 persen orang depresi yang tidak mendapatkan pengobatan. Hal ini seharusnya tidak dapat dibiarkan, para pasien harus mendapatkan pengobatan sesegera mungkin untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.

Para pakar berdiskusi tentang depresi

“Depresi harus segera diobati, jika tidak adakan menjadi semakin parah sehingga sulit untuk ditangani. Selain itu depresi juga bisa mengganggu fisik, pikiran dan relasi. Jika tak kunjung diobati, penderita depresi akan mencoba caranya sendiri agar bisa sembuh yakni dengan menggunakan obat-obatan terlarang. Penderita depresi yang tak kunjung mendapatkan pengobatan juga akan menimbulkan rasa tidak nyaman di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini