Tren Rumah Minimalis Jepang-Skandinavia Makin Populer 2019

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 26 196 2071005 tren-rumah-minimalis-jepang-skandinavia-makin-populer-2019-T9Jaq5wmvl.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SETIAP tahunnya, tren hunian pribadi mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Tren dekorasi rumah ini, tentunya tidak bisa dilepaskan dari soal ukuran rumah.

Saat ini, tren rumah yang ada adalah ukuran ruangan yang semakin kecil. Begitu juga dengan lokasi, sebagai pekerja di kota besar, orang-orang cenderung memilih lokasi rumah yang berdekatan dengan lokasi bekerja.

Lantas, bagaimana tren desain rumah pada 2019 ini. Dimas Harry Priawan selaku CEO Dekoruma, menyebut tahun ini desain gaya kombinasi Skandinavian dengan Japanese bisa dibilang menjadi tren desain.

orang-orang cenderung memilih lokasi rumah yang berdekatan dengan lokasi bekerja.

"70-80 persen customer yang datang ke kami, selalu bilang mau rumah minimalis, ternyata bukan minimalis versi yang ada di buku interior desain, tapi melenceng ke Skandinavia dan Jepang alias Japandi," jelas Dimas begitu ditemui Okezone di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan.

"Pemakaian aksen kayu, rone kayu yang lebih jati dan mahoni lebih gelap, tapi segi desain mau lebih simpel," tambah dia.

Rumah minimalis ala Jepang dan Skandinavia.

Selain menampilkan sisi minimalis, tren Japandi ini juga mengedepankan soal fungsional. Yakni menerapkan konsep, fokus pada kebutuhan bukan keinginan.

“Konsepnya berdasarkan apa yang kita butuh, bukan yang kita inginkan. Lihat dulu, masih single belum berkeluarga atau sudah berkeluarga dengan anak," katanya.

akni menerapkan konsep, fokus pada kebutuhan bukan keinginan.

"Contoh untuk family, cenderung pilih furnitur yang ujungnya tidak tajam. Space ruang seperlunya, sekarang orang makin jarang ada di rumah. Inilah kenapa enggak butuh dapur besar buat masak heboh, cuma butuh ruang seperlunya,” imbuh Dimas.

Sedangkan untuk warna, tema desain Japandi ini lebih banyak menggunakan perpaduan warna ala Skandinavia, di warna putih dan abu-abu. Kalau Jepang perpaduan warna cokelat. "Kalau warna-warni jadinya pusing, jadi tetap ada warna grey dan abu-abu, biar terlihat simpel,” tutup Dimas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini