nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Behati Prinsloo Ungkap Pernah Alami Baby Blues, Begini Cara Mengatasinya

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 14:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 26 196 2071142 behati-prinsloo-ungkap-pernah-alami-baby-blues-begini-cara-mengatasinya-MNLR9ah10A.jpg Adam Levine dan Behati Prinsloo (Foto: Foxnews)

Menjadi seorang ibu adalah pengalaman sukacita bagi setiap perempuan. Namun di balik itu, ada sejumlah perubahan yang perlu diwaspadai. Mulai dari perubahan fisik, kebiasaan makan dan tidur, mengganti popok, dan lain segalanya. Ibu juga harus bertanggung jawab merawat bayi.

Tentunya butuh waktu untuk membiasakan perubahan tersebut. Terlebih beradaptasi dengan perubahan bukanlah hal yang mudah. Terutama saat terjadi fluktuasi hormon dan kurangnya waktu tidur. Kondisi ini dapat menyebabkan ibu baru mengalami stres atau bahkan depresi yang sering dikenal dengan istilah "baby blues."

 Keluarga

Menurut American Psychological Association (APA) 1 dari 7 perempuan mengalami depresi pascapersalinan. Kondisi ini tidak melihat siapa perempuan tersebut. Bahkan para selebriti bisa mengalaminya. Baru-baru ini, Behati Prinsloo mengungkapkan dirinya pernah mengalami baby blues pasca kelahiran anak pertamanya yang bernama Dusty.

"Saya mengalami masa-masa postpartum (depresi). Sebelumnya saya sudah merasa hal itu terjadi. Beruntung saat sedang mengalami baby blues, suami saya sangat mendukung dan selalu membantu untuk keluar dari situasi tersebut," ujar Prinsloo seperti yang Okezone kutip dari Romper, Rabu (26/6/2019).

 Keluarga

Istri dari Adam Levine itu sempat mengira jika stres yang dialaminya adalah sesuatu yang normal. Menurut Prinsloo, sebagai ibu muda dan ibu baru wajar bila merasa tidak berdaya dan emosional. Bahkan awalnya dia berpikir tidak akan mengalami hal tersebut. Namun ketika merasa hidupnya hanya berkutat pada hal itu-itu saja, ia menyadari tengah dilanda depresi.

"Saya pikir pesan dari kejadian itu adalah jangan ragu dan takut untuk mendapatkan atau meminta bantuan. Jadi, sekecil apa pun perasaan dan stres yang dialami saat menjadi ibu baru, yakinlah selalu ada bantuan di luar sana termasuk dukungan dari keluarga dan teman-teman," tambah Prinsloo.

Dirinya juga menambahkan, orang lain sebaiknya tidak menghakimi atau menyalahkan apabila ibu baru dilanda stres. Sayangnya masih ada stigma tertentu di masyarakat tentang penyakit mental yang dihadapi ibu baru pascapersalinan. Tak sedikit masyarakat yang berharap ibu-ibu baru berada dalam kebahagiaan setelah menyambut seorang anak. Padahal nyatanya tidak selalu demikian.

Oleh karenanya, terkadang tokoh-tokoh yang menjadi panutan seperti Prinsloo perlu bersuara tentang kemungkinan terjadinya stres pascapersalinan guna meningkatkan kesadaran di masyarakat. Sementara itu, Prinsloo mengaku depresi tak lagi menghampirinya saat melahirkan anak kedua. Meskipun ia tetap menemui kesulitan.

"Saat anak kedua lahir, semuanya terasa jauh lebih mudah bagi saya. Entah itu berolahraga, atau menyusui. Semuanya karena saya terhindar dari stres untuk kembali ke kehidupan normal," pungkas Prinsloo.

1
2

Berita Terkait

Behati Prinsloo

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini