nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Minuman Fermentasi Lokal Kian Populer dan Digemari

Inews, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 19:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 26 298 2071252 minuman-fermentasi-lokal-kian-populer-dan-digemari-ZGHlXnkM5b.jpg Minuman Permentasi (Foto: Ist)

Salah satu minuman khas Nusantara adalah minuman fermentasi. Minuman fermentasi yang diciptakan oleh para leluhur bangsa Indonesia ini memiliki banyak keunikan. Bahkan, pembuatan masih sangat alami.

Saat ini, perkembangan minuman fermentasi kian populer, salah satunya Arak Bali yang kerap dinikmati ketika ada acara budaya dan adat istiadat. Kini, Arak Bali sudah bisa dinikmati sebagai bahan campuran cocktail di ratusan hotel yang ada di Bali.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia Sidarto Danusubroto mengatakan, produk minuman fermentasi Nsantara harus dipromosikan agar mampu memiliki nilai jual dan mendukung promosi pariwisata Indonesia, kalau bisa produknya diekspor.

"Kita memiliki banyak ragam minuman fermentasi yang seharusnya bisa mendunia. Karena setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing minuman fermentasinya. NTT, Maluku, Bali, dan lainnya memiliki berbeda satu sama lain. Sekarang perlu diunggulkan agar ada nilai jual," kata Sidarto Danusubroto pada acara Pesona Minuman Fermentasi Nusantara, di Universitas Podomoro, Jakarta (25/6/2019).

Selain itu, mantan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Saleh Husin mengatakan. minuman fermentasi harus dikembangkan sebagai salah satu budaya dan ciri khas bagi Indonesia, maka diperlukan riset sehingga menghasilkan minuman fermentasi yang berkualitas.

"Indonesia punya ragam budaya termasuk minuman. Ini perlu dikembangkan. Jadi, budaya memang harus memiliki ciri khas. Diperlukan riset industri atau universitas sehingga menghasilkan minuman berkualitas. Selama ini minuman fermentasi hanya diproduksi daerah. Sebaiknya ini diolah industri dan universitas agar makin mendunia," ujar Saleh.

Dalam kesempatan yang sama, moderator Komunitas Jalansutra Harry Nazarudin menambahkan, jika ditilik dari sejarahnya, minuman dan teknologi fermentasi di Indonesia berasal dari dua arah. Pertama adalah migrasi manusia purba ke Indonesia yang membawa ragi dan bibit pohon aren. Keduanya berasal dari alam Indonesia yang memberi teknologi fermentasi yang khas seperti yang terjadi pada tape ketan.

"Hal ini berarti minuman fermentasi merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan dan juga sangat berpotensi menjadi ikon Indonesia yang berdaya tarik internasional," kata Harry Nazarudin.

Di tengah tekanan banyak pihak, beberapa minuman fermentasi ternyata mampu bertahan dan bahkan sudah dikomersialisasikan seperti contohnya, Sopi dari NTT dan Cap Tikus dari Minahasa Selatan. Selain dua produk tersebut, Arak pun juga menyusul untuk menjadi produk resmi berkat dukungan dari pemerintah daerah Bali.

“Hal ini menandakan era baru dari minuman fermentasi Indonesia, layaknya produk bir yang awalnya juga merupakan minuman fermentasi dari negara asalnya, namun dengan semangat inovasi dan kemajuan teknologi, maka bir bisa menjadi salah satu minuman terpopuler di dunia,” kata Harry.

Dalam acara Pesona Minuman Fermentasi Nusantara, Universitas Podomoro juga menyelenggarakan cocktail competition dengan menggunakan minuman fermentasi sebagai bahan campurannya.

Beberapa minuman cocktail yang diperkenalkan seperti sopiqila, minuman yang dibuat seperti tequila namun menggunakan sopi sebagai bahannya dan arak attack, minuman yang dibuat seperti sunset cocktail perpaduan antara arak dan jus jeruk.

“Dalam rangka melestarikan warisan budaya Indonesia, kami berkomitmen untuk memasukkan minuman fermentasi sebagai bagian dari kurikulum kuliah bisnis perhotelan,” kata Dekan Fakultas Sosial Universitas Podomoro Dea Prasetyawati.

Hal yang paling dibutuhkan bagi industri fermentasi Indonesia adalah kepastian berusaha. Berdasarkan Undang-Undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007, minuman yang mengandung etil alkohol hasil peragian atau penyulingan yang dibuat oleh rakyat di Indonesia secara sederhana, semata-mata untuk mata pencaharian dan tidak dikemas untuk penjualan eceran, tidak tergolong sebagai barang kena cukai.

Namun faktanya, permintaan pasar terhadap minuman fermentasi Indonesia semakin meningkat dan oleh karena itu diperlukan adanya payung hukum yang jelas agar produk minuman fermentasi Indonesia diberikan kesempatan untuk menjadi barang resmi dan tidak lagi disamakan sebagai oplosan atau barang ilegal.

Namun faktanya, permintaan pasar terhadap minuman fermentasi Indonesia semakin meningkat dan oleh karena itu diperlukan adanya payung hukum yang jelas agar produk minuman fermentasi Indonesia diberikan kesempatan untuk menjadi barang resmi dan tidak lagi disamakan sebagai oplosan atau barang ilegal.

“Kami berharap adanya dukungan pemerintah dalam membuatkan payung hukum untuk industri minuman fermentasi Indonesia. Tidak menutup kemungkinan, dengan dukungan tersebut mampu mendorong Arak Bali bisa menjadi salah satu minuman spirit terpopuler di dunia,” kata Ketua Indonesian Food & Beverage Executive Association Bali Ketut Darmayasa.

Di Bali, lebih dari 200 hotel dan bar sudah menggunakan Arak Bali sebagai salah satu menu minuman beralkohol atau dijadikan bahan campuran untuk membuat cocktail.

“Pemerintah perlu membuat regulasi yang berpihak pada industri minuman fermentasi karena industri ini memiliki sumbangan yang cukup besar bagi ekonomi daerah, menciptakan lapangan pekerjaan, dan tentunya akan membantu nation branding Indonesia di kancah internasional,” tutur Ketut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini