nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menpar: Pariwisata Indonesia Lebih Bagus dari Malaysia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 11:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 26 406 2071025 menpar-pariwisata-indonesia-lebih-bagus-dari-malaysia-mLMWJtIRZC.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KAJIAN tentang wisata halal Indonesia memang tengah hangat diperbincangkan. Peraturan ini disusun untuk mewujudkan misi menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata halal dunia.

Oleh sebab itu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) membahas rencana strategis pengembangan Pariwisata halal 2019-2024.

Arief mengatakan, Indonesia memiliki keindahan alam yang sangat baik dibandingkan beberapa negara lainnya, seperti Malaysia sebagai negara tetangga. Selain itu, Indonesia juga memiliki pertumbuhan pariwisata yang tercepat di dunia, hingga 25 persen.

“Saya selalu membandingkan dengan Malaysia, tapi Indonesia memang jauh lebih bagus dari Malaysia. Pertumbuhan pariwisata Indonesia adalah yang paling cepat di dunia, penghasil devisa terbesar, dan impact dari pengembangan pariwisata sangat besar sampai ke bawah.” terang Menteri Arief.

Natural resource milik Indonesia selalu top 20 di dunia sayang tidak terkapitalisasi dengan baik.

Lebih lanjut Menpar Arief mengatakan, pariwisata adalah hal yang paling murah dan mudah untuk meningkatkan kesejahteraan dan menaikan indeks kebahagiaan masyarakat. Natural resource milik Indonesia selalu top 20 di dunia sayang tidak terkapitalisasi dengan baik.

“Indonesia tidak memiliki speed, makanya keindahan Indonesia tidak laku. Thailand memiliki 35 juta wisatawan, Malaysia 25 juta, Singapura 15 juta, dan Indonesia baru naik menjadi 15,8 juta. Yang bisa kita tiru adalah Vietnam. Jadi kalau ada aturan, jangan membuatnya menjadi lambat,” lanjut Menpar Arief.

Dia pun memberikan contoh kasus untuk Lombok. Lombok dulunya hanya memiliki wisatawan mancanegara sebesar 1 juta. 92 persen wisatawan berasal dari Bali. Jadi Lombok hanya menjadi secondary visit. Selain itu pariwisata Lombok pernah mengalami saat sulit yakni dengan pendapatan per kapita terendah di dunia. 

Namun dengan adanya positioning yang baru sebagai wisata halal di Indonesia, Lombok berhasil menjadi salah satu destinasi wisata menarik bagi para wisatawan mancanegara. Banyak wisatawan mancanegara yang berasal dari Jepang dan Korea yang dating ke surga dunia tersebut.

“Hampir setiap hari Lombok (NTB) saya promosikan di televisi untuk positioning barunya. Jadi muslim friendly itu gak hanya disukai oleh orang muslim. Terbukti wisman Lombok banyak yang berasal dari Jepang dan Korea,” tuntasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh 70 peserta dari berbagai instansi yakni pelaku usaha, asosiasi industri pariwisata, MUI, pusat kajian halal perguruan tinggi, kementerian terkait dan instansi lainnya. Selain Menteri pariwisata, Arief Yahya hadir pula KH. Ma’ruf Amin selaku Pembina tim percepatan pengembangan pariwisata halal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini