nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kesakitan, Manusia Pohon Asal Bangladesh Minta Tangannya Diamputasi

Inews, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 23:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 26 481 2071127 kesakitan-manusia-pohon-asal-bangladesh-minta-tangannya-diamputasi-oJkAWpSo04.png Manusia Pohon di India (Foto: AFP)

Abul Bajandar (28), pria asal Bangladesh yang dijuluki manusia pohon karena di tubuhnya tumbuh benjolan seperti kayu, meminta agar tangannya diamputasi. Dia sering merasakan sakit tak tertahankan sejak operasi terakhir.

Manusia pohon, Bajandar telah melakukan 25 kali operasi sejak 2016 untuk menyudahi pertumbuhan benjolan seperti kayu pada tangan dan kakinya disebabkan sindrom langka.

Pascaoperasi terakhir pada Mei 2018, dokter yakin penyakit itu berhasil dikalahkan, namun setelah itu benjolan tumbuh kembali, bahkan semakin tak tekendali.

Ayah satu anak itu pun kembali ke rumah sakit pada Januari 2019 karena kondisinya semakin memburuk.

"Saya tidak bisa menahan rasa sakit lagi. Saya tidak bisa tidur di malam hari. Saya minta dokter untuk mengamputasi tangan saya sehingga bisa lega," katanya, dikutip dari AFP, Senin (24/6/2019).

Sang ibu, Amina Bibi, menyetujui permintaan anaknya itu.

"Setidaknya dia bisa bebas dari rasa sakit. Ini kondisi yang sangat buruk," ujarnya.

Bajandar menderita epidermodysplasia verruciformis, kondisi genetik langka yang juga dikenal sebagai sindrom manusia pohon. Di dunia, orang yang menderita penyakit serupa hanya hitungan jari.

Dia ingin ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan lebih baik, namun tidak punya uang untuk biaya medis. Samanta Lal Sen, kepala ahli bedah plastik Rumah Sakit Medical College, Dhaka, mengatakan, dewan dokter yang beranggotakan tujuh ahli akan membahas permintaan Bajandar pada Selasa.

"Dia (Bajandar) menyampaikan pendapat pribadi, tapi kami akan melakukan apa pun solusi terbaik untuknya," kata Sen.

Sementara itu, Perdana Menteri Sheikh Hasina menjanjikan perawatan gratis bagi Bajandar setelah kasus ini menjadi pemberitaan media internasional. Bajandar sempat tinggal di rumah sakit selama hampir 2 tahun selama perawatan pertamanya.

Rumah sakit yang sama sempat merawat seorang perempuan muda yang menderita penyakit serupa pada 2017.

Dokter menyatakan operasinya sukses, namun ayah pasien mengatakan benjolan kembali tumbuh dalam jumlah lebih besar. Namun keluarga menghentikan perawatan dan memulangkan anak mereka ke kampung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini