Tips Bangun Rumah Kecil tapi Nyaman dengan Konsep Multifunction Service Area

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 26 612 2071089 tips-bangun-rumah-kecil-tapi-nyaman-dengan-konsep-multifunction-service-area-gpkN6b6cNm.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MEMBANGUN hunian untuk keluarga memang tidak pernah mudah, apalagi jika tinggal di kota metropolitan seperti Jakarta. Para keluarga muda yang modern diketahui memilih rumah di lokasi strategis

Dalam memilih tempat tinggal, walaupun memiliki luas bangunan yang terbatas, tidak terlalu besar dan lapang, namun strategis dan mudah aksesnya. Anak milenial pun memilih rumah dengan tipikal enggan untuk memiliki rumah yang luas.

Salah satunya, karena tidak mau repot mengisi banyak perabotan, karena bagi keluarga modern memiliki banyak barang berarti menciptakan banyak masalah, banyak penempatan ruang yang harus diatur, dan makin banyak juga pengeluaran yang harus disiapkan.

usia 26-45 tahun menempati hunian dengan luas bangunan 30-60 meter persegi.

Kondisi ini juga diperkuat dengan data dari Dekoruma, yang menyebutkan pada 2019 mengungkapkan bahwa 60 persen konsumen usia 26-45 tahun menempati hunian dengan luas bangunan 30-60 meter persegi.

Oleh karena itu keterbatasan ruang di rumah menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern, terutama yang memiliki anak-anak untuk dapat menikmati keseharian dengan lebih menyenangkan. Karenanya, perancangan dan pengelolaan ruang yang baik serta perangkat teknologi yang mumpuni menjadi kebutuhan untuk meningkatkan kenyamanan di rumah.

Nah, sekarang pertanyaannya, bisakah rumah kecil tapi dibuat nyaman? Tenang, jawabannya tentu saja bisa! Salah satu caranya yakni dengan menerapkan konsep yang disebut, “Multifunction Service Area”.

Yakni mengedepankan kebutuhan secara fungsional, dibanding kemauan semata.

Dijelaskan oleh Dimas Harry, selaku CEO Dekoruma. Dalam menerapkan konsep “Multifunction Service Area” ini, pakemnya sederhana saja. Yakni mengedepankan kebutuhan secara fungsional, dibanding kemauan semata dalam menata interior dan memilih rumah.

Multifunction service area fungsional alias lihat fungsi. Contohnya dapur, orang makin lama makin jarang di rumah. Jadi dari segi fungsi, enggak butuh dapur besar karena jarang masak besar. Intinya sih lihat apa yang dibutuhkan, bukan diinginkan,” jelas Dimas saat ditemui Okezone.

Dimas melanjutkan, selain pengaturan keberadaan ruang. Pakem atau aturan dalam menerapkan konsep “Multifunction service area, ialah peletakkan furnitur di ruangan.

“Selain itu biasanya ruangan di rumah itu dibuat enggak ada partisi ruangan, jadi istilahnya bareng-bareng semua. Misal, mesin cuci built-in masuk ke dapur karena buat buangan air kotor sama dapur atau kamar mandi. Tapi enggak muat kan, jadinya ya taruh di dapur," jelas dia.

Pakem atau aturan dalam menerapkan konsep “Multifunction service area, ialah peletakkan furnitur di ruangan.

"Meja makan digabung sama dapur, kalau ditanya mau enggak punya ruang makan pasti jawabannya semua orang mau, tapi kan ruangnya yang kita terbatas,” imbuhnya.

Dengan penerapan konsep di atas, untuk mewujudkan rumah kecil tapi nyaman. Tidak mengherankan konsep dapur mengalami perubahan, yang semula konsepnya tertutup dan cuma untuk masak. Kini tata letak dapur dibuat lebih terbuka dan areanya menyatu dengan ruang lainnya. Dari segi luar kurang, dan fungsinya berubah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini