nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pikat Wisatawan, Kota Semarang Garap Pecinan dan Kampung Melayu

Taufik Budi, Jurnalis · Kamis 27 Juni 2019 12:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 27 406 2071550 pikat-wisatawan-kota-semarang-garap-pecinan-dan-kampung-melayu-GGDEu7Nngf.jpg Suasana Perayaan Imlek di Pasar Semawis Kawasan Pecinan Kota Semarang

SEMARANG - Kota Semarang memiliki sejarah panjang berkumpulnya beragam suku dan etnis. Kondisi tersebut membawa implikasi hadirnya sejumlah budaya dan arsitektur bangunan di beberapa perkampungan etnis seperti Kampung Pecinan, Kampung Kauman, Kampung Eropa, Kampung Pekojan dan Kampung Melayu.

Beragam kawasan heritage itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Saat ini revitalisasi kawasan heritage masih berfokus pada penataan Kota Lama dan Pasar Johar. Usai dua lokasi tersebut, Pemerintah kota Semarang berencana melakukan revitalisasi Kampung Pecinan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan bila wisata heritage di Kota Semarang tak terbatas pada kawasan arsitektur Eropa di Kota Lama, melainkan masih banyak lokasi yang memiliki potensi wisata untuk dikembangkan. “Selain itu (Kota Lama), masih banyak lokasi bersejarah yang bisa dikembangkan untuk wisata. Masih ada kawasan Kauman, Pekojan, Pecinan, dan Kampung Melayu," ujar pria yang akrab disapa Hendi tersebut.

Barongsai sebagai warisan budaya Tionghoa

“Kawasan-kawasan ini akan dihidupkan kembali untuk menjadi sebuah wisata heritage di Kota Semarang yang terintegrasi," tambahnya.

Melalui kawasan heritage terintegrasi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di sektor sejarah. Terlebih saat ini revitalisasi Kota Lama telah mencapai 95% sehingga akan semakin menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, Irwansyah, menyatakan sudah disiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk revitalisasi Pecinan. Sedangkan revitalisasi Kampung Melayu masih dalam proses perencanaan awal.

“Untuk Kampung Melayu kita sebentar lagi akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk kemudian kita teruskan ke DED dan nantinya juga ada pembangunan fisiknya. Salah satu yang menjadi fokus yakni perbaikan menara di Masjid Kampung Melayu," ungkap Irwansyah.

Menurutnya, beragam etnis, budaya, dan peninggalan bangunan di Kota Semarang menjadi modal untuk memikat wisatawan. “Prinsipnya dalam proses pembangunan kota tidak boleh ada bangunan yang tidak berfungsi. Kita juga sudah tahu bangunan cagar budaya setelah diolah bisa menjadi potensi," tutur Irwansyah.

7,7 Juta Wisatawan

Pemerintah Kota Semarang mencatat dalam lima bulan terakhir tak kurang dari 3,2 juta wisatawan telah berkunjung ke Kota Semarang. Tak hanya wisatawan domestik, wisatawan mancanegara disebutkan juga memiliki kontribusi besar dalam catatan tersebut.

Pasalnya bila menilik rata-rata kunjungan di tahun sebelumnya, hingga Mei 2019 terjadi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sekitar 20% ke Kota Semarang. Jumlah kunjungan wisatawan Kota Semarang mampu menempel ketat daerah wisata unggulan lainnya di wilayah Joglo Semar (Jogja - Solo - Semarang).

"Sebelumnya rata-rata peningkatan hanya sekitar 300 ribu setiap tahunnya, tapi di 2019 proyeksi realisasi variabel kunjungan wisatawan ke Kota Semarang kami optimis di angka 7,7 juta wisatawan," kata Kepala Bidang Industri Pariwisata (Inpar) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar.

"Sehingga jika di 2018 kunjungan wisatawan ada di angka 5,7 juta, di tahun 2019 proyeksinya terjadi lonjakan 2 juta wisatawan ke Kota Semarang dalam satu tahun," terang Samsul.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menyebut, proyeksi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan pada 2019 bisa jadi yang tertinggi di wilayah Joglo Semar. Sebab, jika melihat daerah wisata unggulan selain Kota Semarang di Joglo Semar seperti Kabupaten Sleman, peningkatan wisatawan per tahunnya berkisar 1 juta wisatawan.

"Kalau Sleman di 2018 sudah bisa capai 8,5 juta wisatawan, kita optimis dengan proyeksi lonjakan seperti ini, Semarang bisa saja melampaui di 1 - 2 tahun kedepan," tutur dia optimistis.

Di sisi lain Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengharapkan proyeksi lonjakan kunjungan wisatawan dapat didukung oleh seluruh stakeholder. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, tentunya akan mendongkrak perekonomian.

"Maka ketika ditetapkan bahwa salah satu konsentrasi pembangunan Kota Semarang adalah pada sektor pariwisata, komitmen ini harus dipegang oleh seluruh pihak yang ada di Kota Semarang," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini