Kisah Mistis Warung Pecel Lele di Alas Roban, Melayang di Atas Jurang!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 27 Juni 2019 09:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 27 612 2071453 kisah-warung-pecel-lele-gaib-di-alas-roban-melayang-di-atas-jurang-P4YxP2c0bK.jpg Ilustrasi. (Foto: Twitter/bukanhazard)

JIKA Anda berkunjung ke Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Batang, maka sudah tidak asing lagi dengan nama sebuah jalan yang disebut dengan Alas Roban. Alas Roban adalah jalur jalan tanjakan yang cukup curam yang berada di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Jalur ini menghubungkan Kota Batang dan Semarang yang merupakan bagian dari Jalur Pantura. Alas Roban dibangun pertama kali pada 1811 dan memiliki panjang 54 km. Tentunya banyak sekali kisah mistis yang terjadi di tempat ini.

Bahkan beberapa warga sekitar Alas Roban telah mengakui keangkeran tempat ini. Sebab, banyak sekali masyarakat yang diganggu makhluk halus hingga banyaknya kecelakaan yang terjadi di sekitar tempat tersebut.

Bahkan beberapa warga sekitar Alas Roban telah mengakui keangkeran tempat ini.

Pemilik akun Twitter @bukanhazard membagikan sedikit pengalaman mistis tentang keangkeran Alas Roban yang telah melegenda. Dia pun menceritakan kembali kasus yang dialami sebuah keluarga saat berada di Alas Roban.

Kisah ini bukanlah cerita baru, namun terjadi sekira 2001-2005, di mana ada sebuah keluarga yang hendak mudik menuju Jakarta melalui Alas Roban. Untuk menghindari kemacetan, keluarga tersebut berangkat dari Secang pada sore hari melalui jalur pantura.

Perjalanan pun awalnya berjalan mulus sesuai dengan apa yang diharapkan, canda tawa pun tercipta di dalam mobil, hingga ibu dan kedua adik Hendra tertidur pulas menjelang larut malam. Sekira pukul 21.30 keluarga ini pun memasuki wilayah Alas Roban yang terkenal dengan background jalan berliku di tengah hutan dan jauh dari kehidupan kota.

Sang ayah pun otomatis menurunkan laju kendaraannya, karena kondisi jalan yang berliku dan penuh tanjakan. Dari sini hal janggal mulai terlihat, pasalnya tidak ada satu pun kendaraan atau bus yang berpapasan dengan mobil keluarga tersebut. Padahal rute Alas Roban ini masuk ke dalam rute yang sering digunakan bagi kendaraan antar provinsi.

Tiba-tiba, mobil keluarga tersebut menabrak sesuatu dengan keras. Hendra dan sang ayah pun bergegas turun dan memeriksa bagian depan mobilnya tersebut. Anehnya mobil tersebut sama sekali tidak rusak bahkan lecet, padahal kerasnya benturan tadi bisa menyebabkan bemper mobil menjadi penyok.

Setelah memeriksa kondisi kendaraan yang tak mengalami kerusakan sedikit pun, keluarga ini pun kembali melanjutkan perjalanan di Alas Roban hingga tak terasa hujan pun turun dengan perlahan. Hingga pada akhirnya sepercik cahaya muncul dari kejauhan yang ternyata tempat tersebut adalah warung pecel lele.

kejanggalan terjadi setelah adanya seorang wanita yang tiba-tiba berdiri di dekat pintu.

Keluarga ini pun memutuskan untuk turun demi menghilangkan ketegangan yang telah dialami sebelumnya. Saat hendak turun dari mobil Hendra pun tak sengaja menyenggol pasak penunjuk kilometer yang dengan jelas tertulis angka 15. Namun, kejanggalan terjadi setelah adanya seorang wanita yang tiba-tiba berdiri di dekat pintu.

Sang pemilik warung makan mengatakan wanita tersebut adalah istrinya, yang kerap membantunya berjualan. Padahal ketika keluarga ini turun dari mobil dan masuk melalui pintu yang sama, tidak ada seorang pun yang berdiri di warung tersebut.

Setelah selesai makan, Hendra pun tak sengaja menyenggol pasak kilometer 15 untuk yang kedua kali. Memang kala itu pasang penanda kilometer terletak sangat berdekatan dengan mobil yang terparkir.

Singkat cerita perjalanan menuju Jakarta pun berjalan dengan lancar. Namun setelah beberapa hari di Jakarta keluarga ini pun berniat kembali menuju kampung halamannya. Trauma dengan kejadian sebelumnya, keluarga ini pun memutuskan untuk berangkat pada pagi hari agar bisa mencapai Alas Roban pada siang hari.

Ketika memasuki Alas Roban, sang ayah pun memarkirkan mobil tepat di pinggir jalan karena salah satu adik Hendra ingin buang air kecil. Ketagihan dengan rasa pecel lele yang sebelumnya dimakan, keluarga ini pun memutuskan untuk mencari kembali tempat makan tersebut.

Namun, keluarga ini dibuat terkejut bukan kepalang ketika melihat pasak kilometer 15 tertempel dengan rapih di pinggir sebuah jurang yang dalam. Padahal pada saat malam tersebut, di posisi jurang itu ada sebuah warung pecel lele yang rasanya sangat nikmat.

Bisa disimpulkan bahwa warung pecel lele yang disinggahi Hendra beserta keluarganya adalah warung ghaib yang melayang di atas jurang.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini