Wanita Ini Meninggal karena Dicupang Suami, Kenali Bahaya Cupang

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 28 Juni 2019 19:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 28 485 2072314 wanita-ini-meninggal-karena-dicupang-suami-kenali-bahaya-cupang-d8m06WNi8l.jpg Ilustrasi (Foto: Healthbeat)

Banyak pasangan suami istri yang memilih melakukan pemanasan atau foreplay sebelum bercinta dan melakukan penetrasi. Beberapa tindakan yang biasanya dilakukan adalah saling menyentuh, meremas, dan berciuman. Ciuman yang diberikan pun tak hanya sekadar di bibir, melainkan juga bisa juga di leher yang dikenal dengan istilah cupang.

Cupang dilakukan dengan cara mengisap kulit di leher sehingga menimbulkan warna kemerahan yang disebut kiss mark. Ada beberapa orang yang memberikan cupang kepada pasangannya dengan sangat menggebu lantaran terbawa gairah. Tapi sebenarnya hal itu dapat membahayakan.

Ambil contoh peristiwa yang baru-baru ini terjadi di China. Media lokal di sana mengabarkan jika ada pasangan pengantin baru yang nasibnya berakhir tragis saat melewati malam pertama. Nyawa mempelai wanita terenggut lantaran suaminya melakukan cupang dengan sangat brutal. Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi?

 Suami dan istri

Melansir Your Tango, Jumat (28/6/2019), saat seseorang memberikan cupang, maka pembuluh darah super kecil alias kapiler yang berada tepat di bawah permukaan kulit dapat pecah. Pecahnya pembuluh darah dapat menyebabkan darah dari kapiler menyebar ke area sekitarnya sehingga terjadilah memar. Dalam kasus yang serius, pecahnya pembuluh darah dapat menyebabkan gumpalan darah yang berujung pada stroke.

Menurut seorang dokter dari New York, Dr. Steinbrech, risiko kematian karena melakukan cupang sangatlah kecil. Oleh karenanya, pasangan disarankan tidak terlalu khawatir untuk melakukannya. Namun hal yang harus diperhatikan dan dihindari adalah gumpalan darah.

“Gumpalan darah apapun bisa berpotensi mematikan, termasuk yang terjadi karena cupang. Tapi satu hal yang perlu digarisbawahi, kemungkinan terjadinya kematian karena cupang menyebabkan gumpalan darah itu risikonya sangat rendah,” ujar Dr. Steinbrech.

Untuk menyiasati agar hal ini tidak terjadi, cara yang bisa dilakukan oleh pasangan adalah mengatur gairah dalam tubuhnya. Cobalah untuk tidak mengisap kulit leher terlalu kuat. Dengan begitu dapat meminimalkan pecahnya pembuluh darah membentuk gumpalan. Sementara itu, ada hal lain yang perlu diwaspadai dari cupang yaitu terjangkit penyakit herpes oral.

Saat pembuluh darah pecah, maka terjadi cedera atau peradangan di kulit. Tanda merah karena cupang dapat membuat kulit menjadi sedikit lebih keras. Hal utama yang perlu diingat adalah tingkat keparahan cupang cukup mengkhawatirkan apabila terjadi jaringan parut. Jadi, ingatlah untuk selalu berhati-hati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini