nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wajah Donna Agnesia Miring, Amankah Perawatan Botox dan Filler?

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 28 Juni 2019 16:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 28 611 2072191 wajah-donna-agnesia-miring-amankah-perawatan-botox-dan-filler-CtW1HZequg.jpg Perawatan Wanita (Foto: Pixabay)

Sebagai seorang artis yang sering muncul di layar kaca, Donna Agnesia tentu sangat memerhatikan penampilannya. Terlebih di usianya yang sekarang ini sudah menginjak 40 tahun. Bukan hal yang aneh bila ia melakukan perawatan di klinik kecantikan.

Namun pengalaman kurang mengenakkan pernah dirasakan oleh Donna Agnesia. Dalam sebuah acara dirinya mengungkapkan pernah melakukan perawatan pada tahun 2015 lalu di salah satu klinik kecantikan. Namun hasil dari perawatan tersebut malah membuat wajahnya terlihat miring yang menyebabkan sang suami, Darius Sinathrya marah.

Ibu tiga anak itu tidak merinci lebih lanjut jenis perawatan yang dilakukannya. Akan tetapi, kebanyakan perempuan seusia Donna memilih perawatan untuk menghilangkan kerutan, mengatasi kulit kendur, dan membuat wajah terlihat lebih berisi. Jenis perawatan yang dipilih biasanya adalah botox atau filler.

Namun, apakah sebenarnya perawatan tersebut berbahaya? Okezone mencoba mencari jawabannya kepada dokter spesialis kulit dan kecantikan, dr Kardiana Purnama Dewi Sp.KK. Dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (28/6/2019), dokter yang akrab disapa Dewi itu menegaskan jika botox maupun filler tidak berbahaya.

"Kalau dilakukan oleh tenaga profesional berpengalaman, harusnya tidak ada efek samping bermakna. Efek samping botox bisa hilang dalam waktu 3-6 bulan, secara teori. Kalau filler efeknya juga bisa hilang karena sistem di tubuh," jelas dr Dewi.

Dokter yang berpraktek di DC Beauty Clinic dan RS Pondok Indah-Puri Indah itu menerangkan, botox berfungsi untuk menghilangkan kerutan yang disebabkan oleh kontraksi otot. Kerutan di dahi dan sudut mata karena berekspresi entah itu marah, senyum, atau tertawa bisa dihilangkan melalui botox karena membuat otot menjadi melemah. Selain itu, botox juga bisa mengecilkan otot kunyah yang berukuran besar di daerah dagu atau tulang rahang.

"Efek samping yang parah pada botox sebenarnya bisa diatasi, jadi seharusnya tidak berbahaya," imbuh dr Dewi.

Sedangkan mengenai filler dr Dewi menjelaskan bila perawatan itu menyuntikkan suatu bahan berbentuk gel yang disebut asam hialuronat ke wajah. Tujuannya untuk mengisi kekosongan di wajah atau contouring alias membentuk struktur wajah. Contoh, misalnya rahang kurang tegas dengan disuntik filler menjadi tegas. 

"Apabila dilakukan oleh tenaga profesional berpengalaman yang memiliki keahlian maka ia tahu menempatkan kedalaman yang tepat. Jadi ada area yang boleh dilakukan (filler) dan tidak boleh. Itu yang paling penting karena kadang-kadang pasien request sendiri maunya di area mana, padahal tidak boleh," tutur dr Dewi. 

Apabila suntik filler dilakukan di area yang tidak seharusnya maka bisa berbahaya. Contoh, kalau menyuntikkan filler ke area yang kedalamannya ada pembuluh darah besar, maka filler bisa menekan. Akibatnya jaringan bisa rusak atau mati. Selain itu, kalau misalkan menyuntikkan terlalu atas bisa menimbulkan jendolan. 

"Efek samping itu bisa dihindari kalau menyuntikkan di tempat yang tepat, sesuai indikasi, dan dosis tepatm Pasien juga sebaiknya jangan memaksakan kehendak, ikuti indikasi dari tenaga profesional yang melakukannya. Selain itu, perhatikan produk yang digunakan, harus berkualitas, jangan asal murah," ujar dr Dewi. (ren)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini