nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bali & Beyond Travel Fair 2019, Momentum Promosi Destinasi Wisata Indonesia

Sabtu 29 Juni 2019 06:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 29 406 2072471 bali-beyond-travel-fair-2019-momentum-promosi-destinasi-wisata-indonesia-zuG6HwBFaZ.jpg Foto: dok.Humas Kemenpar

NUSA DUA – Pelaksanaan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2019 semakin seru saja. Terlebih Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggulirkan kegiatan famtrip yang dikuti 101 peserta yang berasal dari berbagai negara.

Sebanyak 101 peserta famtrip itu terdiri dari 48 peserta yang dibawa Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran (DBPP) II Kemenpar. Di antaranya mereka berasal dari Tiongkok, Mesir, Thailand, Vietnam, Malaysia, Australia, Filipina, dan sejumlah negara lain di Eropa.

Sementara itu di sela acara, salah satu peserta, Sim Olfato Tuggana dari Manila mengatakan Bali sangat eksotis sehingga membuatnya terkesan.

“Bali destinasi eksotis. Secara keseluruhan luar biasa. Saya terkesan dengan Pura Besakih dan Garuda Wisnu Kencana. Saat berada di Kuta, saya juga menikmati shopping. Budayanya juga bagus. Pokoknya Bali ini fantastis,” ujarnya saat berkunjung ke venue BBTF.

Pura Besakih di Karangasem, Bali, memang unik. Pura ini menjadi yang terbesar di Pulau Dewata. Selain 1 Pura Utama, ada juga 18 Pura Pendamping. Kawasan tersebut memiliki 1 Pura Basukian dan 17 pura lainnya. Adapun Garuda Wisnu Kencana (GWK) dipakai sebagai lokasi opening ceremony BBTF 2019. Selain unik, GWK juga megah, tingginya 121 meter dengan lebar 93 meter.

“Saya terkesan dengan Bali. Masyarakatnya ramah, secara budaya tetap ada kesamaan dengan warga Filipina. Ada potensi bisnis besar yang bisa dikembangkan dari poros Filipina-Bali. Sekarang tinggal bagaimana bisa membuat wisatawan Filipina tinggal lebih lama di Bali,” jelas Vee Jay Laynesa, peserta famtrip dari Skies T & T Manila.

Bali memang memikat, sksesibilitasnya dari Filipina juga mudah. Untuk poros Manila (Filipina) menuju Denpasar bisa memakai maskapai Philippine Airlines dan Cebu Pacific. Adapun poros Davao (Filipna) ke Denpasar harus transit di Singapura. Maskapainya adalah Singapore Airlines.

Di sisi lain Carmelita Martinez dari Jamaika Ticketing Agency Davao menerangkan, profil Bali dan potensinya sudah terpetakan. “Hotel-hotel di Bali bagus. Pelayanannya juga menyenangkan. Hal sama dengan makanannya, semua yang disajikan sangat enak. Ada yang spesial, yaitu nasi gorengnya. Kami sudah memiliki gambaran lengkap terkait Bali dan potensi pasarnya,” terangnya.

Salah satu hotel yang nyaman di Bali yaitu Ashyana Candidasa. Lokasinya berada di Jalan Raya Candidasa Beach, Cadidasa Amlapura, Bali. Fasilitasnya lengkap, seperti Bale Spa hingga Le-Zat Beach Restaurant. Wisatawan juga bisa menikmati beragam tur dari sini.

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan BBTF 2019 harus dioptimalkan untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia. “BBTF 2019 menjadi event penting. Momentum ini tentu harus dioptimalkan. Melalui program famtrip ini, gema BBTF dan pariwisata di Indonesia semakin kuat. Artinya potensi kunjungan wisman akan terus naik, di antaranya dari pasar Filipina,” jelasnya.

Postur kompetitif dibukukan wisatawan Filipina sepanjang 2018. Arus wisatawan negeri Home of The Green Revolution ini surplus 103,61% dari target. Realisasi pergerakan wisatawannya mencapai 217.582 orang. Adapun target yang dipatok adalah 210.000 orang wisatawan. Kini pasar Filipina dipasangi jaring target 280.000 orang. Angka ini memerlukan penambahan slot wisatawan Filipina hingga 33%.

“Penyelenggaraan famtrip tentu sangat membantu akselerasi pasar. Apalagi, negara-negara yang hadir sebagai peserta memiliki profil menjanjikan. Beragam input yang dibawa tentu berimpact positif bagi buyer di BBTF dan market secara umum,” papar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani.

Potensi besar dimiliki Filipina, berdasar Euromonitor, negara tetangga itu memiliki outbound hingga 8,59 Juta orang pada 2017. Share wisatawan menuju Indonesia 4 %. Filipina juga sudah memiliki destinasi favorit, seperti Bali, Jakarta, dan Batam, Surabaya, serta Yogyakarta. Sebagai destinasi utama, Bali dikunjungi 88.174 orang wisatawan. Length of stay sekitar 5,97 hari dengan spending USD792,75 per kunjungan.

“Kami gembira mendengar kesan positif peserta famtrip terkait destinasi, khususnya Bali. Yang jelas, destinasi wisata di Indonesia semuanya bagus. Selain atraksinya, aksesibilitas dan amenitasnya juga luar biasa. Pastikan Indonesia sebagai destinasi utama untuk menikmati liburan,” komentar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengenai Bali & Beyond Travel Fair 2019.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini