nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tradisi Berjalan di Batu Panas Warnai Festival Biak Munara Wampasi

Senin 01 Juli 2019 10:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 01 406 2073035 tradisi-berjalan-di-batu-panas-warnai-festival-biak-munara-wampasi-8AcDEEQECX.jpg Foto: dok.Humas Kemenpar

BIAK - Festival Biak Munara Wampasi (BMW) VII digelar pada 1-6 Juli 2019. Beragam kegiatan sudah dipersiapkan untuk menyemarakkan event tahunan ini. Mulai dari konser musik hingga sajian pesona kuliner khas daerah setempat.

Kepala Dinas Pariwisata Biak Turbey Onisimus Dangeubun mengatakan, Festival Biak Munara Wampasi VII 2019 akan digelar di Kabupaten Biak Numfor dan didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pariwisata.

“Tahun ini Festival BMW lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Jika dulu hanya berlangsung selama 4 hari, maka sekarang akan berlangsung selama 6 hari. Harapannya, event tahun ini juga lebih meriah,” ujarnya, Minggu (30/6).

Ketua Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty menuturkan, Biak mempunyai seni dan kebudayaan yang beragam. Antara lain snap mor atau menangkap ikan di air laut surut, dan akan diwarnai apen beyeren atau tradisi berjalan kaki di atas batu panas. Budaya unik masyarakat Biak ini rencananya juga akan ditampilkan pada Festival BMW VII/2019.

“Selain atraksi yang dihadirkan pada festival tersebut, wisatawan pun bisa melakukan snorkeling untuk mengamati biota laut dan terumbu karang di Spa Bia. Daerah ini juga memiliki destinasi wisata unggulan lain yaitu Telaga Samares, Pantai Batu Picah, dan Goa Jepang,” bebernya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menjelaskan, sejumlah kegiatan yang sudah dipersiapkan, antara lain konser musik tradisional, lomba mancing, diving, parade wairon, parade wor dan yospan, serta pesona kuliner dengan acara makan papeda, keladi dan ikan.

“Ada pula kegiatan Padaido Tour dan Gerak Jalan Bahasa Biak. Sebelum penutupan di hari terakhir, digelar acara puncak bertajuk ‘Enjoy Biak’. Meliputi senam, jalan santai, dan konser musik akustik Biak,” terangnya.

Di sisi lain, tak lengkap rasanya berkunjung ke Biak jika belum menikmati makanan khas daerah tersebut. Biak sendiri terkenal dengan masakan laut, contohnya papeda kuah kuning, martabak sagu, dan sate ulat sagu.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziani menambahkan, Biak Numfor dapat ditempuh melalui jalur udara dan laut. Untuk jalur udara dari Jakarta, wisatawan bisa memakai direct flight Garuda Indonesia menuju Bandara Frans Kaisiepo di Biak. Alternatif lain, dengan maskapai berbeda bisa transit di Makassar lalu menuju Biak. Atau, transit di Jayapura baru menuju Bandara Frans Kaisiepo.

“Sementara untuk jalur laut, bisa ditempuh dari Jayapura ke Biak dengan memakai Kapal Pelni atau Ferry. Rutenya melalui Nabire-Serui-Biak. Terkait amenitas, Biak memiliki sedikitnya 16 hotel. Baik hotel berbintang maupun non bintang,” ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, Festival BMW VII/2019 digelar dengan maksud untuk mempopulerkan dan mengangkat pariwisata di Biak Numfor. Acara ini merupakan event unggulan pariwisata nasional yang masuk dalam Calendar of Event (CoE) Kemenpar 2019.

“Dengan tema ‘Menguatkan Budaya, Membingkai Pesona, Festival Biak Munara Wampasi VII/2019 diharapkan dapat mengangkat potensi pariwisata di daerah setempat. Termasuk menjaga serta melestarikan adat istiadat budaya asli masyarakat Biak,” tandasnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini