nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awas! Hepatitis A Bisa Menular lewat Makanan dan Minuman

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 01 Juli 2019 11:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 01 481 2073011 awas-hepatitis-a-bisa-menular-lewat-makanan-dan-minuman-BtcqRgorWS.jpg Seputar Hepatitis (Foto: Pixabay)

MASYARAKAT dibuat panik dengan penetapan Kasus Luar Biasa (KLB) untuk penyakit Hepatitis A di Pacitan, Jawa Timur. Berdasar data 26 Juni 2019 hingga 27 Juni 2019, tercatat ada 1525 pasien penyakit Hepatitis A di Pacitan.

Hal ini membuat publik khawatir kalau penyakit itu akan menjadi wabah bagi masyarakat di wilayah lain. Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan Eko Budiono pada awak media, penyakit ini awalnya tidak dikenali pasien.

"Jadi, pasien sudah terserang virus hepatitis A dua minggu sebelum akhirnya datang ke rumah sakit dengan keluhan kulit menguning. Jadi, saat terpapar virus, pasien masih merasa sehat dan itu kenapa penyakit ini mmenakutkan," terangnya, belum lama ini.

Menyikapi KLB Hepatitis A di Pacitan, Jawa Timur, Okezone coba berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Ari Fahrial Syam, SpPD, terkait apa saja hal yang mesti diwaspadai dan bagaimana penyakit ini sebetulnya bisa menjadi KLB.

Dokter Ari menjelaskan, infeksi Hepatitis A merupakan infeksi endemis di masyarakat kita.

"Pengalaman klinis saya, jumlah kasus akan meningkat di akhir musim kemarau dan di masa awal musim hujan seperti saat ini," terangnya melalui pesan singkat, Senin (1/7/2019).

Dia juga coba menuturkan beberapa hal yang memang perlu diketahui mengenai penyakit ini. Hepatitis A adalah infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A, ditularkan melalui makanan dan minuman. Pada beberapa kasus juga bisa karena kontak langsung.

Selain itu hubungan seksual juga bisa menjadi penyebab seseorang tertular Hepatitis A jika melakukan seksual secara anal atau oral. Virus ini, lanjut dr Ari, terdapat pada feses pasien yang terinfeksi, oleh karena itu makanan dan minuman menjadi media utama penyebab penularan infeksi ini.

Bicara mengenai kasus Hepatitis A yang menyebabkan KLB, bagi dr Ari, kasus ini bisa terjadi biasanya berhubungan dengan makanan atau minuman yang tercemar. "Karena sebenarnya tidak mudah untuk seseorang bisa tertular virus ini, apalagi jika orang tersebut hanya bertemu di kampus," kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Pasien dengan Hepatitis A, biasanya datang sudah kuning dan tubuhnya seperti air teh. Gejala yang timbul bisa ringan sampai berat bahkan jika terjadi hepatitis fulminan akibat virus hepatitis A, dapat menyebabkan kematian

Apa yang terjadi pada tubuh saat virus hepatitis A masuk?

Dokter Ari menuturkan, pasien biasanya akan mengalami common cold, seperti orang yang mengalami gejala flu, sakit-sakit (ngilu) badan, mual dan kadang disertai muntah, nafsu makan menurun, dan lemas.

Pasien juga merasakan nyeri di perut kanan atas karena memang pasien dengan infeksi hepatitis A yang meradang adalah livernya yang sebagian besar berada di perut kanan atas.

"Selain itu, pada pemeriksaan laboratorium, hasil akan menjelaskan kalau terjadi peningkatan kadar bilirubin dan peningkatan yang tinggi dari SGOT dan SGPT. Karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan antibodi terhadap virus hepatitis A (anti HAV) yang memastikan bahwa seseorang tersebut terjangkit infeksi hepatitis A," ungkapnya.

Untuk kasa inkubasi yaitu masa masuknya penyakit sampai timbul gejala, dr Ari menegaskan itu berlangsung antara 2-6 minggu. Penyakit ini bisa sembuh total dan yang penting pasien harus istirahat total.

Obat-obat yang diberikan sifatnya hanya menghilangkan gejala yang muncul misal, jika diare diberikan obat anti diare, kalau mual diberikan anti mual, jika demam diberikan obat anti demam, pun jika lemas diberikan vitamin dan asupan makannya diperhaikan. Obat suplemen hati kadang kala diberikan untuk mengurangi peradangan hati yang terjadi.

Kemudian, apakah pasien Hepatitis A mesti diisolasi?

"Pasien memang perlu diisolasi dan jangan tidur sekamar dengan orang sehat, di rumah sakit pun biasanya pasien tidur hanya sendiri di kamar dan dipisah dengan pasien lain," tambah dr Ari.

Sementara itu, sebagian pasien memang tidak perlu dirawat tetapi jika pasien mengalami mual dan muntah dan tidak mau makan sebaiknya memang dirawat untuk mendapat infus cairan dan makanan.

Lalu, apakah virus Hepatitis A bisa menjadi Hepatitis B?

Dokter Ari menegaskan kalau itu tidak bisa! Sebab, virus penyebabnya berbeda. Oleh karena itu, kalau pernah divaksinasi oleh vaksin hepatitis B, tidak berarti juga sudah terlindungi dari infeksi virus hepatitis A. "Tetapi bisa saja dalam satu kasus pasien mengalami 2 macam infeksi yaitu infeksi virus B dan juga virus A," katanya.

Dari semua itu, apa yang bisa dilakukan seseorang untuk mencegah terpaparnya virus ini?

Dokter Ari menjawab, pencegahan yang terpenting adalah hidup sehat dengan makan yang teratur dan cukup gizi, istirahat cukup dan banyak mengkonsumsi buah dan sayur-sayuran. Cuci tangan pakai sabun yang rutin, sebelum dan sesudah makan dan setelah keluar dari toilet, apalagi penyakit ini tertular melalui makanan dan minuman.

Khusus untuk yang mengurus orang sakit dengan Hepatitis A, Anda harus menjaga daya tahan tubuh dengan baik kalau perlu mengonsumsi suplemen vitamin atau mineral. Vaksinasi Hepatitis A sebaiknya diberikan bagi orang yang memang akan berkunjung pada daerah yang sedang terjangkit KLB atau wabah 2 minggu sebelum berada di lokasi terjadinya KLB.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini