nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aaron Philip, Transgender, Kulit Hitam dan Difabel Pertama yang Sukses Jadi Model Cover Majalah

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 02 Juli 2019 17:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 02 194 2073666 aaron-philip-transgender-kulit-hitam-dan-difabel-pertama-yang-sukses-jadi-model-cover-majalah-CCgy5ZT4qV.jpg Aaron Philips model transgender kulit hitam dan difabel (Foto: Elle)

SAAT ini industri fesyen dunia memang masih didominasi oleh model-model berkulit putih yang kebanyakan bertubuh super kurus.

Walau memang sekarang sudah ada beberapa model dengan penampilan visual yang berbeda, sehingga memberikan variasi lebih lagi di dunia industri fesyen dan modeling.

Salah satunya ialah Aaron Philip, model muda berusia 18 tahun. Kehadiran Aaron sebagai model disebutkan telah mendobrak standar industri fesyen dunia dengan memberikan tantangan menunjukkan representasi yang diterima di panggung runway.

Model transgender difabel

Aaron bukanlah model biasa pada umumnya, berkarir sebagai model profesional di industri modeling dunia. Aaron hadir sebagai model transgender berkebutuhan khusus dan berkulit hitam. Bernaung di bawah manajemen agensi modeling besar dan ternama, Elite Model Management. Aaron baru saja meraih pencapaian besar di karirnya sebagai model.

Aaron Philips Cover Majalah

Pasalnya Aaron baru saja didapuk menjadi model cover majalah fesyen terkenal, Paper Magazine untuk edisi Juni 2019. Edisi cover Aaron ini bertambah spesial, mengingat ia adalah model yang berhasil masuk menjadi salah satu dari tujuh sosok yang diwawancara langsung oleh supermodel ikonik nan legendaris, Naomi Campbell dalam rangka perayaan isu Pride.

Dengan berhasil tampil sebagai model transgender berkebutuhan khusus berkulit hitam pertama yang menjadi cover majalah cukup ternama. Aaron yang terlahir dengan kondisi khusus yang disebut “celebral palsy”, memanfaatkannya dengan bersuara vokal tentang ketidakseimbangan di panggung runway.

“Sejauh ini sekarang aku adalah salah satu dari dua model disabilitas fisik di industri ini. Industri fesyen sudah lama hanya mengenal satu tipe tubuh dan satu tipe figur tubuh yang dipasarkan begitu lama. Tapi kini kita memasuki waktu yang baru, di mana semua tipe tubuh ingin bisa tampil di depan dan dirayakan, tidak hanya dirayakan tapi juga bisa dilihat sebagai yang bisa dipasarkan,” ujar Aaron, seperti dikutip Blavity, Selasa (2/7/2019).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini