nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dorong Wisata Memancing, Banggai International Tuna Fishing Tournament 2019 Siap Digelar

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 02 Juli 2019 22:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 02 406 2073869 dorong-wisata-memancing-banggai-international-tuna-fishing-tournament-2019-siap-digelar-zmoE936egQ.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Banggai International Tuna Fishing Tournament (BITFT) 2019 akan digelar di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada 27-29 September mendatang. Turnamen wisata mancing kelas dunia ini akan menawarkan hadiah hingga Rp500 juta untuk para peserta.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar Indroyono Soesilo mengatakan turnamen ini diharapkan akan diikuti ratusan peserta dari berbagai negara.

“Sejauh ini peserta yang telah mendaftar yaitu dari Indonesia sendiri, Malaysia, dan Timor Leste,” ujarnya dalam konferensi pers peluncuran BITFT 2019 di Gedung Sapta Pesona baru-baru ini.

Indroyono berharap akan ada banyak peserta dari negara lain menyusul termasuk dari Singapura, Australia, Prancis, Jepang, dan lain-lain. Ia juga menyatakan kegiatan ini akan masuk dalam kalender International Game Fishing Association (IGFA) sebagai otoritas yang mencatat rekor pemancingan internasional dari berbagai kategori jenis ikan sehingga direncanakan akan ada peninjauan langsung dari utusan IGFA.

 Konferensi pers

“Kami ingin meningkatkan devisa dari marine tourism yang nilainya tujuh kali lipat dari wisata biasa atau leisure yang rata-rata hanya 1.100 dolar AS perorang perkunjungan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini kegiatan wisata memancing memang belum mendapatkan prioritas dalam pengembangan destinasi serta publikasi sebagaimana produk wisata bahari lainnya, seperti diving, cruise, surfing, dan yacht yang dianggap berhasil memberikan sumbangan besar terhadap devisa negara.

“Event ini kami harapkan bisa mendorong popularitas wisata memancing, karena datang dari daerah dan mempunyai ciri khas,” kata Indroyono.

 Orang memancing

Kabupaten Banggai telah beberapa kali menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen mancing tingkat internasional. Di kalangan wisatawan mancing dunia, perairan Banggai dikenal sebagai destinasi wisata mancing kelas dunia karena terdapat banyak ikan eksotis seperti Banggai Cardinal Fish. Selain itu, perairan Banggai juga masuk dalam jalur migrasi ikan tuna dari kawasan Samudera Pasifik ke Samudera Hindia.

Senada dengan Indroyono, Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo menyampaikan harapannya akan wisata turnamen ini. “Harapan kami dengan turnamen ini, kunjungan wisatawan ke Banggai, baik dari dalam maupun luar negeri akan semakin banyak. Kami juga berharap turnamen ini bisa menjadi acara rutin tahunan,” kata Mustar.

Untuk perlombaan ini, Banggai menyediakan total hadiah Rp500 juta. Pemenang akan dipilih berdasarkan berat hasil pancingan, dari juara pertama hingga juara keempat. Dengan kategori lomba minimal ikan yang ditimbang hingga 5 kg.

Di samping ikan tuna, ada 10 spesies ikan lain yang akan dinilai sebagai tangkapan yakni Marline, Kuwe, Eskola, Lemadang, Kerapu, Kakap, Barakuda, Tenggiri, Pelayaran, dan Ambarjack. Panitia pun menyediakan lima kapal nelayan untuk dipakai peserta, tetapi pemancing dibolehkan jika ingin membawa kapal sendiri.

Dalam kompetisi memancing ini semua aturan turnamen mengikuti aturan IGFA. Selain perlombaan reguler, akan ada pula hadiah jackpot sebesar Rp100 juta bagi yang berhasil menangkap ikan tuna sirip kuning di atas 100 kg.

Hadir dalam acara peluncuran BITFT 2019 di antaranya Safri Burhanudin (Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Mustar Labolo (Wakil Bupati Banggai), Asep D Muhammad (Wakil Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari), Kosmas (Asisten Deputi Bidang Olahraga, Seni dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman) dan Alexander Reyaan (Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Kementerian Pariwisata).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini