nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sehari Makan 6 Kali Ditambah Bakso, Bocah Obesitas di Karawang Miliki Bobot hingga 97Kg

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Selasa 02 Juli 2019 15:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 02 481 2073657 sehari-makan-6-kali-ditambah-bakso-bocah-obesitas-di-karawang-miliki-bobot-hingga-97kg-d9xwle0p2N.jpg Satia Putra, bocah obesitas di Karawang (Foto : Sindonews)

Mempunyai nafsu makan yang luar biasa, Bocah berusia 7 tahun, Satia Putra memiliki berat badan 97 kilogram. Sudah tentu, Satia Putra termasuk mengalami obesitas.

Satia adalah warga Pantai Tanjung Baru, Kampung Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang. Memiliki nafsu makan yang tak biasa, bocah obesitas ini bisa makan sampai 6 kali dalam sehari.

"Satu hari Satia minta makan sampai 6 kali dan itu belum dia makan bakso dan ngemil, kami kewalahan menuruti permintaannya. Kalau tidak dikasih dia pasti merengek terus sebelum dikabulkan permintaannya," kata Sarlia, ayah kandung Satia.

Kondisi Satia terus membesar dan berat badannya naik lantaran orangtua Satia, pasangan Sarli (50), dan istrinya Komariah (40) tak mampu membiayai pengobatan ke rumah sakit.

Satia Putra

Upaya untuk mendapatkan bantuan pengobatan dari pemerintah tak kunjung datang hingga saat ini, meski pernah beberapa kali utusan pemerintah datang melihat kondisi si bocah obesitas tersebut.

"Saya tidak punya biaya untuk mengobati anak saya karena mengandalkan penghasilan dari berdagang di pantai sungguh berat. Buat makan sehari-hari saja sudah repot karena warung hanya ramai kalau hari libur saja," kata Sarli, Senin (1/7/2019).

Sarli mengatakan karena berat tubuhnya semakin membesar, maka Satia sulit untuk bergerak dan tidak bisa tidur terlentang. Karena itu saat tidur Satia harus dalam posisi duduk dan punggungnya diganjal oleh bantal.

"Setiap hari hanya bisa menonton televisi, karena dia tidak bisa bermain seperti anak sebayanya. Sata khawatir kalau dibiarkan tubuhnya tambah membesar. Untuk berobat tidak punya uang makanya saya menunggu bantuan dari pemerintah," ujar Sarli.

Dia berharap pemerintah bisa secepatnya memberikan bantuan. "Berat badan anak saya setiap hari terus bertambah karena setiap hari makan bisa 6 kali dengan jumlah porsi yang besar," ungkapnya.

Dampak obesitas pada anak

Obesitas saat ini sudah menjadi endemik, di negara maju maupun berkembang. Kadang-kadang obesitas dimulai sejak masa kanak-kanak.

Pola asuh yang salah sehingga anak hanya mendapatkan asupan gizi tinggi kaloti (gula dan lemak) dan kurang aktivitas fisik menjadi penyebab obesitas dini.

anak nimbang

Dampak jangka panjang obesitas adalah gangguan metabolisme yang dimulai sejak anak-anak. Tidak hanya meningkatkan risiko diabetes, tetapi juga penyakit kardiovaskular, jantung koroner, penyakit pernapasan seperti asma hingga sindroma kematian mendadak.

Lebih lanjut, obesitas juga bisa menimbulkan komplikasi jangka panjang seperti hipertensi dan gangguan profil lemak yang merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner (PJK).

Obesitas juga memicu intoleransi glukosa yang merupakan awal dari diabetes melitus tipe 2. Komplikasi lain adalah sleep apnea (ganguan tidur), masalah persendian serta perlemakan hari dan batu empedu.

Cara cegah obesitas pada anak

Di dunia, hampir separuh anak-anak mengalami obesitas. Apabila orangtua tidak menurunkan risikonya, dampaknya bisa menjadi jangka panjang.

Adapun cara pencegahannya bisa dilakukan sejak dini. Orangtua harus mengajarkan anaknya melakukan gaya hidup sehat. Berikut tips mencegah anak mengalami obesitas yang dilansir dari Zeenews :

Biasakan sarapan

Anak-anak yang terbiasa sarapan akan jauh dari masalah obesitas. Sebab, pola makan yang baik bisa menjaga tubuh tetap ideal. Sarapan tak hanya menguntungkan dari sisi itu, anak-anak yang sarapan lebih fokus dalam belajar di sekolah atau bermain bersama teman-temannya. Ibu harus membiasakan anak sarapan agar tak timbul masalah kegemukan.

anak sarapan sehat

Diet seimbang

Sejak kecil, ajarkan anak-anak untuk konsumsi makanan bergizi seimbang. Dalam piring makan, harus ada sumber serat, protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan sumber nutrisi lain. Artinya dalam piring makan harus ada sedikit nasi atau kentang, lauk, sayur, buah dan air putih atau susu sebagai tambahan makanan agar lebih sempurna. Hal tersebut dapat menjaga berat badan anak supaya tak berlebihan.

Hindari makan junk food

Jangan berikan anak-anak makan junk food terlalu sering. Makanan ini tinggi lemak, sehingga harus dibatasi. Kalau tidak, anak bisa mengalami kegemukan. Belum lagi masalah di kemudian hari, anak-anak jadi mudah menderita penyakit degeneratif yang berbahaya.

anak makan junk food

Aktif bergerak

Ajak selalu anak-anak aktif bergerak untuk mencegah obesitas. Sayangnya, belakangan ini generasi milenial sangat sulit melakukan aktivitas di luar rumah yang membakar kalori. Padahal anjuran dokter menyarankan agar anak-anak lebih aktif bergerak dibanding main gadget supaya tak menyebabkan kegemukan.

Konsultasi dengan dokter

Jangan lupa setiap tahun ajak anak untuk cek kesehatan berkala. Konsultasikan dengan dokter terkait apa yang harus mereka lakukan. Hal ini sangat penting juga untuk mendeteksi dini, apakah ada penyakit atau tidak yang menyerang tubuh anak-anak Anda.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini