Sosok Anastasia Liew, si Nyonya Kue yang Melegenda di Singapura

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 04 298 2074542 sosok-anastasia-liew-si-nyonya-kue-yang-melegenda-di-singapura-nuJ7zGBJTq.jpg Anastasia Liew si Nyonya Kue yang melegenda di Singapura (Foto : Youtube)

Jika berbicara kue atau jajanan khas tradisional, sosok Tjendri Anastasia atau kini dikenal sebagai Nyonya Liew tidak akan pernah luput dari perhatian. Kemampuannya memasak kue memang tak patut dipertanyakan lagi. Ia adalah pendiri Bengawan Solo yang menjadi kue terkenal di Singapura.

Anastasia Liew merupakan perempuan berkebangsaan Indonesia. Dia pindah ke Singapura dan menikah dengan Liew yang merupakan warga negara Singapura. Meski begitu, Anastasia Liew tidak pernah lupa dengan Indonesia. Liew memiliki tekad membawa kue tradisional Indonesia diakui di mancanegara.

Untuk soal kue, Liew sampai dipanggil Nyonya Kue karena kemampuannya dalam membuat aneka kue dan suguhan manis dengan beraneka warna. Liew pun menjadi salah satu orang yang terbilang cukup disiplin dan memiliki seni manajemen yang baik dalam bekerja.

Saking giat dan semangatnya, Liew bahkan tak mengenal kata libur untuk membuat kue. Kegiatan sehari-harinya adalah berkutat dengan kue-kue panas yang masih mengepul.

Anastasia Liew

Sebagaimana dilansir South China Morning Post, Kamis (4/7/2019) setiap hari Liew akan memeriksa persediaan kelapa dan daun pandan yang dibutuhkan. Ia harus mengecek dengan seksama hal tersebut, karena jika tidak sesuai, maka akan memberikan rasa dan warna yang berbeda dari sifon pandan favoritnya.

Anatasia Liew ngecek

Saking enaknya kue bikinan Liew, tak sedikit ia mendapatkan pengunjung dari Hong Kong, China daratan, Taiwan dan Jepang. Mereka tak segan datang jauh-jauh hanya untuk mencicipi kue buatan Liew.

Pandan Sifon

Kabarnya untuk mendapatkan hasil sifon pandan yang sempurna, biji kelapa harus berdaging tebal untuk menghasilkan susu yang paling lembut. Sementara daun pandannya wajib berwarna hijau tua.

"Pemasok tahu saya sangat istimewa dan mereka tidak 'bermain-main' dengan saya. Saya akan menolak stok dan mengembalikan semuanya kepada mereka." terang Anastasia Liew.

Sebagaimana diketahui salah satu kue lainnya yang dijajakan Liew ini adalah onde-onde. Bahannya terbuat dari beras ketan, tepung beras, tapioka, sagu dan gula aren.

Saking mahirnya, Liew pun mudah mengetahui kualitas kuenya. Cukup dengan melihat makanannya, ia bisa mengetahui hal yang ganjil pada jualannya itu.

Anastasia Liew serius

"Saya melihat ukuran, warna, tekstur. Ini resep saya dan saya sudah membuat semua kue ini sendiri. Saya bisa tahu apakah tidak ada cukup santan, jika warnanya berbeda, atau tampilannya tidak bagus,” lanjut Liew.

Tiga wanita berdiri berjajar, membuat onde-onde dengan tangannya. Mereka mengisi bola-bola adonan beras dan ubi dengan gula aren dan membentuknya menjadi pangsit yang dilemparkan ke dalam air mendidih untuk dimasak, kemudian digulung dengan kelapa parut yang baru diparut.

Lima detik kemudian, mereka siap untuk dimakan. Tekstur kue ini menyerupai pangsit yang lengket dengan gula cokelat cair dan rasa pandan-kelapa yang sangat kaya.

Gong Liqiong seorang pegawai berusia 32 tahun dari Jiangsu, Tiongkok, adalah gambaran konsentrasi saat ia bekerja dengan cepat. Dalam sekejap ia mampu menghasilkan 3.500 onde-onde setiap hari.

onde-onde enak

Semua kue yang dijual oleh Liew adalah hasil kerja tangan sendiri dan tidak menggunakan mesin otomatis, sehingga citarasa nikmat sejak dulu masih tetap terjaga.

“Tidak ada cara lain untuk membuat ini. Kami mencoba melakukannya dengan mesin, tetapi adonan menjadi kenyal,” tuntas Liew.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini