nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keraton Solo Bawa 100 Prajurit dan Penari ke Festival Keraton Nusantara

Bramantyo, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 12:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 04 406 2074506 keraton-solo-bawa-100-prajurit-dan-penari-ke-festival-keraton-nusantara-ucHt9Kp1ZV.jpg Ilustrasi Abdi Dalem Keraton Solo (Foto: Okezone)

SOLO - Berbekal dana patungan dari sentana dalem (kerabat Keraton), Keraton Surakarta yang dimotori oleh Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta mempersiapkan diri mengikuti Festival Keraton Nusantara (FKN) ke-13 di Kedatuan Luwu, Palopo, Sulawesi Selatan pada 9-13 September 2019.

Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) GKR Wandansari atau akrab disapa Gusti Moeng menyampaikan biaya yang tidak sedikit untuk memboyong rombongan budaya ini untuk memeriahkan Festival Keraton Nusantara.

Iring-iringan karnaval Keraton Solo

Pasalnya pihak LDA membawa 100 orang dalam event tersebut baik para prajurit juga penari untuk ikut serta memprosikan wisata dan budaya dari Keraton Kasunanan Surakarta dan kota Solo. Mereka akan mengikuti acara kirab budaya dan membuka stand yang mempromosikan budaya dan wisata dari Solo.

"Untuk sumber dananya saat ini dari Kraton Surakarta melalui LDA kami patungan para sentana untuk membiayai kegiatan promosi kota Solo dari sektor budaya," jelasnya kepada Okezone.

Ditambahkan Gusti Mung yang juga menjabat sebagai Sekjen Forum Komunikasi Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) sebut Kedatuan Luwu sudah ditetapkan sebagai tuan rumah FKN ke-13 tahun 2019 melalui Musyawarah Agung di Kesultanan Kutaringin (Kotawaringin) Kalteng tahun 2016 lalu.

"Sedangkan FKN ke -13 di Tana Luwu ini mengambil tema, 'Pelestarian Nilai Budaya melalui Sinergitas Pemerintah dan Keraton Guna Meningkatkan Kualitas Industri Pariwisata dan Kearifan lokal'," imbuhnya.

Saat ini lanjut Gusti Moeng ada 49 kerajaan, kasultanan yang masuk dalam Forum Komunikasi Informasi Keraton Nusantara (FKIKN). Yang bertujuan sebagai salah satu wadah untuk silaturrahmi para Raja, Sultan, Datu se-Nusantara dengan pemerintah.

Menurutnya yang bisa menjadi anggota Forum Komunikasi Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) adalah bentuk fisik Keraton maupun Kasultanannya masih ada. Kemuadian masyarakat adatnya juga ada. Termasuk budayanya atau living heritage juga masih ada. "FKN sendiri digelar pertama kali di kota Solo," imbuhnya.

Dengan adanya FKN ini juga sebagai upaya untuk pelestarian nilai-nilai budaya bangsa yang nyata. Bahwa sejak dahulu Kraton sebagai sebagai pusat segala aktivitas sosial kemasyarakatan dengan segala perbedaan yang ada dalam masyarakatnya. Yang memiliki tradisi dan peninggalan sejarah yang bernilai tinggi dan harus tetap dijaga sebagai salah satu living haritage.

"Oleh karena kegiatan Festival Keraton dianggap dapat memberikan hal-hal positif terhadap pelestarian nilai-nilai budaya serta memberikan wawasan terhadap kebangsaan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini