nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditargetkan Jadi Tempat Wisata, 80 Kebun Binatang Wajib Sertifikasi Tahun Depan

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 18:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 04 406 2074694 ditargetkan-jadi-tempat-wisata-80-kebun-binatang-wajib-sertifikasi-tahun-depan-YMK3iw72Zi.jpg Kebun Binatang. (Foto: Wisatasingapura)

IMEJ kebun binatang di Indonesia memang dikenal kurang baik. Bahkan, beberapa pernah beredar hewan-hewan di kebun binatang tersebut kekurangan gizi.

Padahal berwisata ke kebun binatang membuat anak-anak bahagia dan senang. Di sana mereka bebas berkenalan dengan banyak satwa secara langsung.

Karenanya, guna meningkatkan kesejahteraan kebun binatang, Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) menginginkan adanya akreditasi. Ini jadi salah satu syarat berdirinya kebun binatang yang nyaman, serta meningkatkan kunjungan wisatawan.

Ketua Umum PKBSI Rahmat Shah mengatakan, di tahun 2020 targetnya harus ada 80 kebun binatang dapat akreditasi. Dengan begitu, kualitas pengelolaan satwa di setiap kebun binatang bisa terjamin dan menjawab kritikan dari berbagai pihak.

mestinya harus ada standar kesejahteraan satwa, yang mengarah standar nasional maupun internasion

"Lembaga konservasi atau kebun binatang, tidak hanya menjadi tempat rekreasi semata. Melainkan juga berperan dalam pemenuhan fungsi konservasi, edukasi, rekreasi serta penelitian dan pengembangan," ucap Rahmat lewat keterangannya kepada Okezone, Kamis (4/7/2019).

Dengan adanya akreditasi, mestinya harus ada standar kesejahteraan satwa, yang mengarah standar nasional maupun internasional. Selain itu, di kebun binatang juga bisa menjadi tempat pengembangbiakan satwa do luar habitat (ex-situ), termasuk hewan yang berstatus dilindungi.

Sayangnya, sambung Rahmat, untuk mengembangkan kebun binatang sesuai fungsinya, ada banyak tantangan berat dan kompleks. Karena selama ini banyak berita morning, terkait kebun binatang di Indonesia yang dianggap kotor dan hewannya tidak terawat dengan baik.

Selain itu, Rahmat meminta agar mempertahankan kemurnian genetik satwa yang dikonservasi. Ketika satwa tersebut dibutuhkan oleh kebun binatang lain, walau di dalam negeri atau mancanegara, harus segera dihibahkan, bukan diperjualbelikan.

"Hal ini sesuai dengan konsep yang diyakini bersama bahwa kebun binatang bukanlah peternakan. Karenanya, tidak boleh ada anggapan bahwa koleksi satwa adalah milik institusi melainkan milik negara," terangnya.

Sementara itu, imbuh Rahmat, secara sosial ekonomi kebun berperan dalam menyerap tenaga kerja dan pembukaan peluang usaha di wilayah setempat. Kalau ada akreditasi khusus, pastinya kesejahteraan hewan dan kenyamanan tempatnya diperhatikan.

Wisatawan pasti jadi betah berkunjung ke kebun binatang tanpa perlu rasa khawatir. Ke depan, diharapkan kondisi kebun binatang di Indonesia jauh lebih baik dari Singapura. "Kalau ada peningkatan kebun binatang, pasti melahirkan destinasi wisata baru. Sehingga mampu meningkatkan jumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini