nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menelisik Kisah Mistis Monumen Pancasila Sakti

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 23:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 04 406 2074775 menelisik-kisah-mistis-monumen-pancasila-sakti-uK7wKb1fw0.jpg Menelisik Aura Mistis Monumen Pancasila Sakti (Foto: Helmi/Okezone)

MONUMEN Pancasila SaktiĀ  merupakan saksi dari penyiksaan PKI terhadap beberapa tokoh Tanah Air. Tempat ini pun menyimpan aura mistis, karena terjadinya kekejaman dan penyiksaan pahlawan nasional yang masih terekam dan tersimpan lengkap di monumen ini.

Bahkan, Kondisi monumen pada siang hari pun tidak menghilangkan suasana mencekam kejadian saat itu. Hal tersebut digambarkan Monumen Pancasila Sakti dengan kondisi ruangan yang tidak begitu terang nan sepi. Monumen ini memang terkenal memiliki aura mistis.

Museum paseban memiliki dua lantai, di lantai satu kita dapat melihat sisa - sisa pakaian dan peninggalan ke tujuh jenderal yang di bunuh PKI. Dilantai inilah yang terkadang masih tercium bau anyir dari ruangan yang menyimpan baju - baju bekas berlumuran darah para ke tujuh jenderal.

"Bau - bau ada, di museum bawah, kaya bau - bau amis gitu cukup sering juga," ujar Pak Toto, seorang penjaga parkir monumen yang sudah lama bekerja.

Monumen Pancasila Sakti

Menurutnya di dalam museum terdapat sosok lelaki yang mengenakan pakaian angkatan dengan kondisi yang berlumuran darah. Sosok tersebut juga diyakini warga sebagai 'penunggu' museum.

Sedangkan di lantai dua, terdapat diorama tentang proses penangkapannya. Selain itu, di atas terdapat jembatan yang menghubungkan dengan museum pengkhianatan PKI. Dari museum itu kita dapat melihat Partai Komunis Indonesia sebelum 1965. Masih menggunakan diorama, museum itu mengisahkan pergerakan PKI di Jawa Tengah sampai Jawa timur.

Hanya berjarak sekitar 70 meter dari museum Pengkhianatan PKI terdapat sumur tempat pembuangan ke tujuh Jenderal tadi. Sebelum dibuang ke dalam sumur, para jendral disiksa terlebih dahulu di serambi penyiksaan yang terletak persis di samping sumur.

Museum lubang buaya

"Di sumur juga pernah ada waktu itu pengunjung yang kesurupan, itu gara-gara dia sendiri, karena dia teriak-teriak di deket sumur, kan disitu memang dilarang (berisik-Red), emang ada peraturannya disitu," sambung lelaki paruh baya itu.

Suara-suara mistis seperti teriakan seseorang meminta tolong juga kerap di dengarnya. Menurut lelaki tua itu suara tersebut berasal dari sekitaran lubang sumur. Sumur itu bernama "Sumur Maut", tempat yang digunakan PKI untuk mengubur tujuh jenazah pahlawan revolusi. Sumur itu dulunya dijadikan warga sebagai sumber air. Namun setelah PKI datang, jangankan untuk mengambil air, untuk datang saja tidak diperkenankan.

Selain serambi penyiksaan, di sekitar sumur juga ada bangunan yang digunakan PKI kala itu sebagai dapur umum dan pos komando. Bangunan tua itu berdiri hanya dengan tembok yang terbuat dari anyaman bambu. Barang - barang yang ada pada bangunan tersebut konon masih asli milik warga di jaman itu.

Meski kejadian PKI sudah berlalu telah lama, namun Monumen ini masih menyisakan cerita - cerita misteri. Baik yang di rasakan para pekerja, atau warga sekitar. Lokasi Lubang Buaya yang sangat dekat dengan pemukiman, konon membuat banyak warga merasakanya. Menurut pengakuan Sarmili, warga sekaligus tukang sapu di monumen ini, warga sekitar sudah tidak heran dengan hal - hal seperti itu karena sudah sering merasakannya.

"Kalau warga sih sudah enggak heran sama kejadian - kejadian seperti itu, karena memang sering, suara hentakan kaki orang baris - berbaris, mirip TNI upacara, rapih suaranya" Pungkas Sarmili

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini