nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ribuan Orang Meninggal Akibat Kanker, Yuk Kenali Gejala dan Galakkan Deteksi Dini

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 19:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 04 481 2074754 ribuan-orang-meninggal-akibat-kanker-yuk-kenali-gejala-dan-galakkan-deteksi-dini-FlD0pQSmdN.jpg Ilustrasi deteksi dini kanker paru

PENYAKIT kanker semakin merajalela di Indonesia seiring dengan gaya hidup tak sehat. Jenisnya pun beragam di antaranya kanker paru-paru, kanker prostat, kanker serviks, kanker hati, kanker payudara dan kanker usus besar.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) profil kanker di Indonesia pada 2014, sebanyak 21,8% kematian akibat kanker pada pria (total 103.000 kematian) dan 9,1% pada wanita (total 92.200 kematian), terutama berhubungan dengan kanker paru-paru. Di sisi lain, statistik 2018 dari WHO menunjukkan bahwa ada 61,4 juta perokok aktif di Indonesia.

Bertolak dari situasi ini, CEO Omni Hospitals Group Shrikanth menyatakan fokus kepada layanan deteksi dini dengan CT scan dosis rendah (Low Dose Computed Tomography atau LDCT) yang mampu mendeteksi kelainan paru secara efektif.

Manajemen OMNI Hospital menerima penghargaan Global Health

“Tujuannya, memberikan prognosis yang lebih baik untuk pengobatan dan mencegah penyakit berkembang menjadi fase yang lebih serius,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (4/7/2019).

Direktur Omni Hospitals Group dr. Num Tanthuwanit menambahkan, selain deteksi dini kanker paru-paru, LDCT juga mampu menunjukkan Coronary Artery Calcium Scoring, yang merupakan salah satu indikator penyakit jantung koroner.

Ilustrasi kanker paru pada manusia

Penelitian terbaru yang dilakukan di Eropa (percobaan NELSON) menunjukkan bahwa skrining LDCT memiliki manfaat lebih besar dan mengurangi kematian akibat kanker paru-paru sebesar 26% pada pria dan hingga 61% pada wanita.

Pentingnya deteksi dini kanker juga pernah dilontarkan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. DR. dr Aru Wisaksono Sudoyo. Dia mengatakan, diharapkan dengan deteksi dini, maka kanker dapat ditemukan pada stadium dini (awal), sehingga pengobatan menjadi lebih berhasil dengan biaya lebih murah dan waktu pengobatan lebih singkat. "Kanker itu harus bisa ditemukan dalam stadium lebih dini, agar mudah dan cepat diobati," ujarnya beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan deteksi dini kanker meliput, pap smear atau IVA untuk deteksi kanker leher rahim, mamografi dan USG payudara untuk kanker payudara, serta rontgen paru untuk deteksi kanker paru-paru.

Colok dubur dan pemeriksaan dara samar di feses juga dapat dilakukan untuk deteksi dini kanker kolorektal atau usu besar, USG prostat dan cek kadar PSA dalam darah untuk deteksi kanker prostat, dan USG kandungan dan pemeriksaan kadar CA 125 untuk deteksi kanker indung telur. 

Tak hanya itu, pemeriksaan THT dapat dilakukan untuk mendeteksi dini kanker nasofarings atau kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut, serta USG perut untuk mendeteksi kanker hati.

Deteksi dini saja ternyata tak cukup, gejala kanker juga perlu diwaspadai. Di antaranya seperti perubahan kebiasaan dalam waktu buang air besar/kecil, alat pencernaan terganggu atau susah menelan, suara serak atau batuk yang tidak sembuh dalam 1 bulan, payudara atau di tempat lain teraba ada benjolan, tahi lalat berubah sifat menjadi gatal atau berdarah. Gejala lainnya, ada darah atau lendir yang abnormal keluar dari bagian tubuh, serta adanya luka yang tak kunjung sembuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini