5 Kisah Horor saat Mendaki Gunung, Salah Satunya Lihat Teman Masuk Jurang!

Intan Afika, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 18:48 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 04 612 2074730 5-kisah-horor-saat-mendaki-gunung-salah-satunya-lihat-teman-masuk-jurang-svveWTCOqD.jpg Berdoa saat mendaki gunung diperlukan agar terlindungi dari gangguan setan (Foto: Okezone)

Mendaki gunung sudah menjadi bagian lifestyle para anak muda. Kadang, sebagai pendaki pemula yang belum tahu ketentuan dalam pendakian ke suatu gunung mengenai apa yang boleh dilakukan maupun yang dilarang.

Tanpa disadar ternyata telah mengusik ‘makhluk ghaib’ yang memang habitatnya di daerah gunung. Akhirnya, muncullah berbagai kisah horor dalam pendakian gunung yang terkadang sulit dipercaya. Berikut 5 kisah horor saat mendaki gunung yang telah Okezone rangkum dari berbagai sumber pada Kamis (4/7/2019).

 gunung

(Foto: Youtube)

1. Mendengar derap kaki kuda

Ini merupakan peristiwa dialami oleh Puspita Putri saat mendaki Gunung Ciremai pada 2011. Saat itu ia dan rombongannya yang terdiri dari 5 orang memulai pendakian menjelang jam 5 sore. Mereka tracking cepat untuk mengejar Pos Bapak Tere.

Saat memasuki waktu maghrib, mereka tiba di Pos Kuburan Kuda. Konon katanya pos ini diberi nama seperti itu karena dipercaya dulu kuda milik tentara Jepang dikubur di sini.

“Kita enggak berhenti di situ sih, masih terus lanjut. Tapi, sekitar 500 meter dari situ, saya dengar ada yang jalan persis di belakang saya," ujar Puspita.

Saat pendakian itu Puspita menjadi sweeper yang berarti jalan paling belakang. Ketika rombongannya sudah di depan dengan keadaan yang begitu gelap. Puspita mendengar suara derap langkah kuda untuk kedua kalinya. Akhirnya dia memutuskan untuk berhenti sejenak sambil memindai lokasi. Tetapi dia tetap tidak melihat sesuatu.

“Aku sudah ketinggalan mungkin sekitar 6 meter dari rombongan. Akhirnya aku kejar mereka. Nah, saat itulah aku denger bunyi ‘cetak cetuk cetak cetuk’, mirip derap kaki kuda gitu, persis di sebelah kanan. Aku langsung ngejar teman-teman di depan dan minta temen untuk gantian jadi sweeper,” kata Puspita.

Sesampainya di Pos Pengasinan, Puspita pun menceritakan ke rombongannya tentang suara tapak kaki kuda itu. Ternyata teman yang menggantikan posisinya sebagai sweeper pun mendenger suara yang sama.

2. Teman bertambah satu

Pengalaman mengerikan lain dialami oleh anggota Mahasiswa Pecinta Alam UMN, Indah Siauw pada 2013. Saat itu ia mendaki Gunung Sumbing di Jawa Tengah.

“Kita terjebak badai, otak rasanya udah pada beku semua. Pengin lanjut naik, tapi kita pikir itu sama saja cari mati. Akhirnya kami mencari tempat buat nge-camp. Pas di tenda duduk melingkar, temen aku disuruh hitung jumlah orang," kata Indah.

"Entah kenapa hitungan dia kelebihan satu terus. Dia bilang temenku si A ada dua orangnya,” lanjutnya.

Takut situasi jadi tambah menyeramkan, Indah dan rombongannya memutuskan untuk tidur. Ternyata, tempat mereka nge-camp itu dikenal dengan sebutan Peken Setan atau Pasar Setan.

3. Teman masuk ke jurang

Dody Wiraseto, seorang fotografer sekaligus jurnalis, menceritakan kisah pendakiannya ke Gunung Ciremai pada 2015 lalu. Saat itu Dody mendaki bersama seorang teman. Pengalaman aneh yang ia rasakan adalah ketika perjalanan turun.

Posisinya Dody berada di depan dan berjalan sedikit lebih cepat daripada temannya sehingga temannya tertinggal di belakang. Ketika ia menoleh untuk melihat keadaan sang teman, ia melihat temannya itu berjalan ke jalur yang salah dan menuju jurang.

”Aku sudah teriak-teriak sekuat tenaga memanggil-manggil namanya. Namun ia tak peduli dan tetap lari pergi menuju jurang,” ujarnya.

Namun, tiba-tiba temannya muncul tepat di belakangnya dan bertanya, “Kamu tadi meneriaki siapa?” Seketika ia terdiam. Dody melanjutkan perjalanan sambil berpikir dalam hatinya "Siapakah sebenarnya yang dia lihat barusan?"

4. Merasakan hawa nyaman

Ery Caesaria Wardani Wikro mengalami hal yang tidak terlupakan saat bersama teman-temannya ketika mendaki Gunung Semeru pada 2017. Ery bercerita saat perjalanan, mereka menemukan tempat yang sangat nyaman di jalur pendakian. Di tempat itu, dia dan rekan-rekannya merasa sangat dilindungi. “Namun, anehnya, tak ada pendaki lain yang nongkrong di sini. Cuma kami,” ujarnya.

Ternyata, konon katanya tempat itu ternyata merupakan lokasi penyimpanan mayat-mayat yang meninggal di puncak gunung. “Dulu katanya memang pos, tapi sekarang sudah dibongkar karena angker banget,” ujarnya. Walaupun begitu, ia justru tidak merasakan hawa aneh itu.

5. Suara derap kaki orang

Ini pengalaman Anggraini Stella saat mendaki Gunung Merbabu, Jawa Tengah, pada 2017. “Aku mendengar derap langkah atau orang berseliweran di depan tendaku,” ujar Stella. Padahal, saat itu kondisi sekitar sedang sepi dan posisi Stella pun berada di puncak gunung.

Ternyata di dekat tempat Stella mendirikan tenda, terdapat sebuah batu nisan. Menurut cerita penduduk lokal, di tempat itu memang pernah ada pendaki yang meninggal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini