nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saat Presiden Jokowi Menikmati Wisata Jendela Indonesia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 05 Juli 2019 13:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 05 406 2075007 saat-presiden-jokowi-menikmati-wisata-jendela-indonesia-re6YJbIKBk.jpg Presiden Jokowi saat berwisata ke Jendela Indonesia (Foto: Setpress)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama istrinya tengah melakukan kunjungan ke Provinsi Sulawesi Utara, Kamis, (4/7/2019). Sebelum melakukan kunjungannya, Jokowi mendengar ada banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di provinsi tersebut.

 Jokowi

(Foto: Setpress)

Hal tersebut, tampaknya menumbuhkan rasa ingin tahu Presiden Jokowi terhadap destinasi wisata yang dimaksud. Kurang lebih pada pukul 21.00 WITA, Jokowi memutuskan untuk menyambangi dan melihat langsung salah satu destinasi wisata populer di daerah tersebut, yakni Jendela Indonesia yang berlokasi di Jalan Piere Tendean, Sario Tumpaan, Sario, Kota Manado.

Sesampainya di lokasi, Presiden langsung mengunjungi gerai yang menjual produk kuliner setempat. Jokowi juga ingin mengetahui sejumlah fasilitas publik yang ada untuk mengetahui kesiapan pengelola dan masyarakat dalam hal kenyamanan dan kebersihan area wisata.

Pada kunjungan kali ini, Jokowi melihat potensi yang sangat besar bagi jendela wisata untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan. Pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah dan swasta, juga akan memberikan dorongan dan dukungan dalam membenahi atau menyempurnakan fasilitas-fasilitas publik di sekitar kawasan itu.

"Ternyata peminatnya (wisatawan) sangat banyak. Seiring dengan itu, fasilitasnya jangan terlambat diperbaiki," tuturnya.

Presiden sendiri bersama jajaran terkait rencananya akan membicarakan lebih detail mengenai segala urusan yang berkaitan dengan pariwisata di Sulawesi utara.

"Mungkin besok sebelum terbang ke Jakarta kita mau rapat terbatas untuk urusan tata ruang yang menghambat. Harus diselesaikan," ucap Jokowi.

"Jangan sampai regulasi-regulasi yang ada itu tidak memberikan kecepatan, tapi malah menghambat keputusan-keputusan lapangan," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini