nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perjalanan Bobby Cari Pasangan lewat Tinder, Sempat Bertemu 'Hantu'

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 06 Juli 2019 10:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 06 196 2075367 perjalanan-bobby-cari-pasangan-lewat-tinder-sempat-bertemu-hantu-nCCDKmEIbI.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK jalan menuju Roma. Ungkapan ini juga berlaku bagi para jomblo ketika hendak mencari pasangan. Apalagi di zaman serba modern seperti saat ini. Perkembangan teknologi yang begitu pesat rupanya sedikit banyak mengubah perilaku masyrakat dalam kehidupan percintaan mereka.

Sederhananya, bila Anda tidak beruntung menemukan pasangan di dunia nyata, sekarang sudah banyak aplikasi dating online yang bisa digunakan untuk berkenalan dengan orang baru. Beberapa di antaranya bahkan dilengkapi sejumlah fitur menarik.

Sebut saja Tinder yang kini menjadi aplikasi dating online favorit di kalangan milenial. Tapi jangan salah, tidak menutup kemungkinan bahwa aplikasi ini bisa melukai hati Anda.

Meski ada banyak hal-hal menarik, aplikasi dating online juga menyimpan suka dan duka. Kepada Okezone, salah seorang pengguna Twitter bernama Bobby (bukan nama asli), 29 tahun, membagikan kisahnya. Yuk simak langsung hasil wawancaranya di bawah ini.

Bertemu gebetan dengan aplikasi kencan online

Alasan menggunakan aplikasi dating online seperti Tinder?

Saat masuk ke dunia profesional, circle pertemanan gue semakin sempit. Jadi kalau mau cari pasangan itu agak susah. Terutama untuk gue yang berprofesi sebagai jurnalis. Kalaupun ketemu orang di lapangan itu jatuhnya lebih ke urusan kerjaan, lebih dilandasi kepentingan perusahaan bukan ikatan personal.

Nah, awalnya gue memang main Tinder karena mau mencari jodoh, tapi makin lama main lebih ke just for fun saja. Tetapi gue tipe orang yang serius setiap menjalin hubungan. Balik lagi ke orangnya sih, mau diajak serius atau enggak.

Kebetulan, gue itu orangnya introvert dan dari kecil gue enggak terlalu tertarik ketemu orang. Jadi tinder ini salah satu cara untuk menjalin hubungan dengan orang baru, atau lebih tepatnya mencari jodoh yang enggak tahu kapan datangnya.

Apa bedanya ketemu gebetan di dunia nyata dan lewat aplikasi dating online?

Jujur sejauh ini, gue udah tiga kali pacaran. Rasanya sama aja, yang beda cuman cara PDKT-nya. Masing-masing seru. Kalau pakai dating apps, jatuhnya kek beli kucing dalam karung. Lo enggak bakal tau 'kucing' apa yang bakal lo dapat. Lo baru tau setelah ketemu sama 'kucingnya'.

Lo baru bisa ajak dia ketemuan, ketika dia udah percaya sama lo. Tapi sebenarnya ada kuncinya, jadi kalau dia udah ngasih kontak personal, besar kemungkinan udah mau diajak ketemuan.

Nah unsur surprisenya itu,  kayak di dalam aplikasi ibaratnya baru liat orang dari sampulnya doang. Ngobrol via whasapp itu cuman untuk sedikit mengenal. Setelah ketemu orangnya, disitulah baru surprises. Karena bisa beda di apps pas ketemu bisa.

Sementara kalau ketemu di dunia nyata, gue biasanya PDKT sama orang yang sudah dikenal. Gue jarang PDKT sama orang asing, paling banter gue dikenalkan sama temen gue. Ibaratnya dari awal udah ketemu kucing anggora, jadi udah tahu kelakuannya. Proses PDKT juga jadi lebih gampang. Cuma buat melangkah dari PDKT kejadian itu harus benar-benar yakin dulu sama orangnya.

Kalau urusan 'nembak', masing-masing punya tantangan tersendiri. Ketemu orang di aplikasi dating itu lebih banyak risikonya. Dunia maya itu tempat orang bisa menjadi dirinya sendiri atau menjadi orang lain. Dan untuk mencari tahu itu susah. Kalau main aplikasi dating online harus lebih jeli.

Sementara di dunia nyata, bisa bermula dari kenalan, terus ngobrol lebih dekat, kalo nyambung dan yakin bisa langsung 'ditembak'. Se-simple itu.

Mencari jodoh lewat aplikasi online

Sempat malu enggak bermain tinder?

Awalnya males ngakuin, bahkan gue pernah ketemu temen kuliah dan SMA terus match, ujungnya cuman ngobrol biasa dan nostalgia. Kalau sekarang lebih menghindari untuk ngungkapin, kecuali ditanya.

Masalahnya, gue lihat Tinder di masyarakat kita itu masih sesuatu yang memalukan. Kayak banyak orang bilang, 'Lo main tinder tapi karena enggak mampu mencari pasangan di dunia nyata tanpa bantuan aplikasi?'.  Padahal ada aja orang yang nemu jodohnya di Tinder, dan awet sampai mereka menikah.

Ada pengalaman unik bermain Tinder? Pernah ketemu "hantu" kah?

Ada. Ini pengalaman sebetulnya agak mengerikan. Jadi gue pernah ketemu satu cewek yang ternyata setelah gue usut, orangnya itu enggak ada alias scam (penipuan). Lucunya orang ini enggak minta apa pun. Cuman nyesek juga karena gue sempat baper (bawa perasaan), tapi tahu-tahunya dia itu fiktif.

Gue enggak tahu kenapa dia senekat itu, apakah buat kebutuhan observasi, eksperimen, atau emang punya niat jahat. Beruntung waktu itu gue ketemu mantan ketiga di dunia nyata. Gue bilang ke cewek yang match gue di tinder, dan tiba-tiba dia langsung hilang begitu aja. Pas gue cari tau lagi, ternyata media sosial yang dia kasih ke gue hilang semua.

Terus pas gue cek tumblrnya, sudah berubah jadi nama orang lain, beda banget sama dia. Kemungkinan besar dia pakai foto orang, bikin identitas palsu, buat ngebohongin gue. This is true story! Bahkan dia sampai bikin cerita, seakan-akan dia kayak pacar virtual. Ngeri banget, untungnya gue baru sebatas HTS-an aja tapi baper.

Mencari jodoh lewat aplikasi online

Pernah dapat pacar atau gebetan dari Tinder?

Sekarang gue lagi deket banget sama satu cewek kebetulan ketemu di Tinder. Awalnya sih dia yang ngeswipe right, karena dia tertarik sama bio gue, waktu itu yang gue tulis 'gue engga peduli cewek mau pakai make up atau enggak'. Dia kecantol karena itu. Terus ngobrol, dan akhirnya ngasih kontak WhatsApp. Dari situ kita sepakat untuk ketemuan.

Ternyata kami punya banyak kesamaan, kami orangnya sama-sama terbuka dan open minded. Karena itulah ngobrolnya jadi enak, sekalipun agamanya beda hehe. Yang lebih penting kita-kita single.

Realistis, dari segi fisik dia atraktif dan menarik, orangnya pintar, bocor, becandaannya receh, dia tuh punya semua yang gue enggak punya. Kepribadian gue sama dia itu beda banget, jadi bisa melengkapi.

Gue tuh orangnya susah ketawa, tapi sama dia gampang ketawa. Sesimple itu, Tapi ada beberapa pertimbangan yang bikin gue enggak yakin, tapi itu dari diri gue. Manusia itu memang aneh, untuk meyakinkan diri sendiri aja enggak gampang.

Jadi gue ngerasa si gebetan ini masih punya sesuatu yang masih disembunyikan, kek ada luka yang belum dia buka ke gue. Gue merasa ada yang ngeganjel, dan belum terlalu yakin untuk nembak dia.

Contohnya, gebetan gue ini deket sama banyak cowok, dia orangnya memang supel, terlepas dari dia yang mendekati seseorang, atau dia yang dideketin banyak cowok. Gue juga belum melihat keseriusannya sama gue. Jadi gue merasa dia anggap gue sebagai salah satu teman terbaiknya aja.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini