nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Friendzone Mengkhawatirkan Anak Milenial, Kenapa?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 06 Juli 2019 15:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 06 196 2075448 virus-friendzone-mengkhawatirkan-anak-milenial-kenapa-Qu3EAYkvV2.jpg Anak milenial sering terjebak friendzone (Foto : Shutterstock)

Konsep friendzone sekarang mewabah ke anak milenial. Banyak sekali dari mereka yang merasa kalau friendzone adalah salah satu masalah yang kerap dihadapi, terlebih dari mereka masih berusia remaja atau dewasa muda.

Friendzone dianggap sebagai cara untuk tidak membuat jarak antara dia dan pasangannya. Lain cerita ketika kita bicara mengenai hubungan serius, maka ada hati yang mesti dijaga dengan baik. Kalau friendzone? Sebatas percaya rasanya cukup. Nah, kenapa akhirnya anak milenial banyak terjebak dalam masalah ini?

Apakah memang di usia seperti mereka ini, friendzone adalah cara yang tepat untuk menjaga hati supaya tak terlalu sakit ketika dikhianati?

gaya pacaran

Dilansir Okezone dari Bustle, konsep friendzone sejatinya bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Apalagi Anda memang sejaga untuk melakukan hubungan tersebut. Ada beberapa alasan dan berikut ulasannya

1. Friendzone adala hal paling rumit!

Ini dapat dimaknai dengan sederhana seperti kasus, Anda meminta supaya pasangan friendzone Anda tak lirik atau meladeni orang lain. Namun, ketika pasangan Anda memberi argumen, "Kan kita cuma teman" maka yang bisa Anda lakukan apa? Nothing!

Tidak adanya ikatan membuat konsep hubungan serius tak dapat diterima di hubungan friendzone.  Jadi kalau bisa, jangan sampai terjebak dalam hubungan friendzone ya milenial!

2. Ada ketimpangan di dalamnya

Ketika Anda setuju dengan konsep friendzone, maka ada banyak hal yang harus dimengerti. Salah satunya adalah kesiapan menerima konsep, "Cuma dimanfaatin". Lalu, teman-teman Anda akan beranggapan, "perempuan jangan mau diginiin!".

Konsep ini tentu berdasar jenis kelamin. Ketika perempuan hanya dijadikan "teman" tapi seperti pacaran, perempuan yang dianggap sangat menderita. Padahal, ya, konsepnya sama saja. Laki-laki pun bisa merasa dicurangi.

gaya pacaran milenial

3. Tak akan bisa serius

Dalam menjalin hubungan friendzone, maka yang akan Anda rasakan adalah ketidakpastian. Sekali pun keputusan untuk friendzone adalah kepastian yang bisa saja disepakati kedua belah pihak.

Tapi, bicara mengenai friendzone, maka Anda akan siap dengan status yang tidak jelas. Hubungan semacam ini tentu tak bisa mengarah pada hubungan yang lebih serius, kecuali status diganti menjadi serius.

Anda yang masih ingin menikmati kesenangan, maka konsep ini akan baik-baik saja, selama tidak ada hati yang terlibat di dalamnya. Namun, sekali lagi, kalau sampai akhirnya Anda baper, ya, itu jadi risiko yang mesti dihadapi.

cuma teman

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini