nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Simak! Begini Penampakan Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak-Bakauheni

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 06 Juli 2019 12:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 06 406 2075416 simak-begini-penampakan-dermaga-eksekutif-pelabuhan-merak-bakauheni-ogBFuqNCSQ.jpg Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak-Bakauheni (Foto: Dimas/Okezone)

Janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun infrastruktur secara merata di Indonesia termasuk dermaga bukanlah isapan jempol semata. Kehadiran Tol Trans Jawa yang diresmikan pada Desember 2018 lalu menjadi satu dari sekian banyak infrastruktur yang dikembangkan pada masa pemerintahannya.

Belum lama ini, Jokowi kembali melakukan sebuah gebrakan baru dengan meluncurkan Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Fasilitas yang disuguhkan pun tidak main-main.

 Bakauheni

(Foto: Dimas/Okezone)

Sesusai dengan konsep yang diusung, dermaga eksekutif pelabuhan ini menggunakan sistem dan teknologi mutakhir yang memberikan kenyamanan baru bagi para wisatawan.

Pada Jumat 5 Juli 2019, Okezone dan rombongan Kementerian Pariwisata menjajal langsung infrastruktur baru hasil kolaborasi pemerintah dengan PT ASDP Indonesia Ferry. Rupanya hasilnya cukup memuaskan.

Terminal menyerupai bandara internasional

Salah satu fasilitas yang ditawarkan oleh eksekutif pelabuhan ini adalah desain ruang tunggu yang menyerupai bandara internasional. Sebagai gambaran sederhana, bila Anda sudah pernah mengunjungi Terminal 3 Ultimate di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, maka tidak akan terkejut lagi ketika melihat desain dan fasilitas Terminal Eksekutif Merak Sosro.

Meski belum beroperasi 100 persen, dan masih banyak toko-toko yang belum dibuka, dari segi kenyamanan terminal ini jauh lebih baik dibanding terminal di Dermaga 1,2, dan 3 yang ada di Pelabuhan Merak.

Ada banyak sekali area-area yang bisa disambangi para pengunjung sembari menunggu jadwal keberangkatan. Mulai dari area bermain anak, ruang tunggu yang nyaman, area merokok, atau menikmati berbagai hidangan lezat di sejumlah toko makanan yang tersebar di hampir seluruh area terminal.

Untuk para pencinta Instagram, tidak perlu khawatir, hampir setiap sudut di terminal ini memiliki spot-spot yang instagramable. Jangan lupa mengambil foto selfie dengan latar belakang laut dan kapal ferry yang megah. Feed Instagram kamu dijamin semakin menarik!

Sistem ticketing yang semakin canggih

dermaga

(Foto: Dimas/Okezone)

Bila dulu wisatawan harus menghabiskan waktu yang lama saat membeli tiket kapal tersebut, saat ini hanya dibutuhkan waktu kurang dari 1 menit untuk melakukan reservasi. Untuk pembelian tiket sendiri, wisatawan wajib menggunakan e-money.

Selain itu, wisatawan juga harus memberikan kartu identitas sebagai manifest atau data jumlah penumpang. Setelah kurang lebih 1 menit, tiket pun akan keluar berupa kertas kecil.

Pada kertas inilah tertera nomor tiket, nama wisatawan, tipe wisatawan serta harga tarifnya. Tak ketinggalan pula barcode untuk bisa masuk ke dalam kapal.

Sebagai informasi, untuk satu orang penumpang kapal tarif tiket yang dikenakan senilai Rp 50 ribu (dewasa) sementara anak-anak hanya dikenakan biaya Rp 34 ribu. Bila menggunakan kendaraan pribadi maka harga yang dikenakan sebesar Rp5 79 ribu sudah termasuk penumpang di dalamnya.

Sementara untuk jadwal keberangkatan dari Merak ke Bakauheni di mulai pukul 06.00, 08.00, 10.00, 12.00, 14.00, 16.00, 18.00, 20.00, 22.00, 00.00, 02.00, dan 04.00 WIB. Sedangkan, Bakauheni ke Merak mulai dari pukul 05.00, 07.00, 09.00, 11.00, 13.00, 15.00, 17.00, 19.00, 21.00, 23.00, 01.00, 03.00 WIB.

Hotel dan MICE

Manajer Layanan Pelanggan ASDP Yusuf Hadi mengatakan, dalam waktu dekat ini, Terminal Merak Sorosi juga akan membuka hotel untuk menambah kenyamanan penumpang. Jadi bagi wisatawan yang ingin beristirahat setelah melakukan perjalanan laut di malam hari, hotel di terminal ini bisa menjadi alternatifnya.

Namun mengingat okupansi baru menyentuh angka 46 persen, fokus utama memang pemenuhan di area ground floor dan first floor yang didominasi toko-toko retail, cafe dan restoran.

"Kita memang punya planning merubah konsep untuk menjadi MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) sebab di Cilegon banyak tempat yang kurang pantas, alhasil permintaan MICE ini meningkat. Jadi lantai 2 yang sekarang masih kosong bisa dijadikan weeding hall, meeting room, dan lain-lain," terang Yahya.

Sementara untuk hotel, Yaya mengatakan, pihaknya sedang menjajaki dengan beberapa mitra. Baik untuk investor sekaligus operate. "Kira-kira launching hotelnya kuartal ke dua 2020 mendatang," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini