nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buruknya Polusi Udara Jakarta, Menkes Nila Ingatkan Bahayanya Bisa Kanker!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 06 Juli 2019 12:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 06 481 2075413 buruknya-polusi-udara-jakarta-menkes-nila-ingatkan-bahayanya-bisa-kanker-ZpbjCgNljD.jpg Menkes Nila ingatkan dampak polusi udara Jakarta yang memburuk (Foto : @KemenkesRI/Twitter)

Sejak beberapa waktu lalu Jakarta memang tengah menjadi sorotan dunia terkait polusi udara. Dalam sebuah aplikasi pengukur polusi udara, polusi udara Jakarta pernah menjadi yang terburuk di dunia.

Tentunya hal ini membuat banyak masyarakat menjadi khawatir untuk beraktivitas, apalagi jika pekerjaan mereka menuntut mobilitas untuk bepergian keluar rumah. Saat ini, banyak sekali yang bertanya mengapa polusi udara Jakarta seperti ini dapat terjadi?

menkes nilla

(Foto : @KemenkesRI/Twitter)

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek, mengatakan bahwa polusi udara di Jakarta disebabkan banyak faktor. Beberapa di antaranya adalah transportasi, industri, dan pengelolaan sampah. Beberapa aktivitas tersebut turut menyumbang polutan yang besar di Ibu Kota Jakarta.

“Ini (polusi udara di Jakarta) disebabkan banyak faktor, salah satunya tansportasi. Saya juga mengatakan industri, selanjutnya bagaimana kemudian kita sendiri mengelola sampah,” tutur Menkes Nila usai pembukaan Hari Lanjut Usia Nasional di gedung Balai Kota DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Berbicara sampah, Menkes Nila sangat menyayangkan sistem pengolahan dengan cara dibakar. Pengelolaan sampah dengan cara dibakar sangat tidak bagus dari sisi kesehatan.

Pasalnya sampah yang dibakar itu adalah plastik dan akan menyebabkan gas pembawa penyakit.

polusi udara jakarta

“Karbon monoksida yang akan membuat lubang ozon rusak, akhirnya kita kena sinar ultra violet yang bahaya penyakitnya juga akan banyak, seperti kanker dan katarak,” lanjut Menkes Nila.

Selain itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan juga mengajak masyarakat untuk menggunakan transportasi umum untuk mengurangi polusi di Ibu Kota. Selain itu Anies juga telah menetapkan langkah jangka pendek dengan menyiapkan alat-alat ukur kualitas udara dan mengendalikan emisi kendaraan bermotor.

“Akan ada uji emisi kendaraan yang beroperasi di Jakarta, baik dari luar Jakarta maupun dari warga Jakarta harus lolos uji emisi. Bila tidak lolos maka akan ada disinsentif berupa pajak dan parkir yang akan lebih mahal,” katanya.

anies baswedan

(Foto : @aniesbaswedan/Twitter)

Selanjutnya bus yang mengeluarkan asap polusi luar biasa tinggi, sedang dalam proses pergantian. Harapannya kedaraan-kendaraan yang merusak kualitas udara dapat diganti dengan kendaraan baru dan ini sebagian sudah dilakukan di 2019.

“Jadi itu langkah konkrit untuk kita mengurangi polusi udara. Berikutnya semua dari kita kurangi penggunaan kendaraan pribadi karena kualitas udara ini bukan disebabkan oleh satu dua faktor saja, tapi oleh kita semua,” tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini