nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jam Malam untuk Anak Milenial, Ini Nasihat Psikolog

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 06 Juli 2019 19:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 06 612 2075516 -MO4nADIpRK.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ANAK-ANAK milenial memang identik dengan remaja yang kerap keluar malam demi nongkrong bareng teman, sampai adzan Subuh pun mereka baru pulang. Fenomena ini rupanya kerap terjadi di kota-kota besar, yang mana mereka tak kenal jam malam.

Berbeda dari anak generasi sebelumnya, orangtua selalu mengultimatum sang anak, kalau main keluar rumah sebelum pukul 21.00 harus pulang. Perbedaan ini sangat menohok, yang jelas mempengaruhi perilaku sang anak.

Menanggapi hal itu, psikolog pun angkat bicara. Diakui Psikolog Meity Arianty, saat ini memang banyak orangtua yang sudah tidak menerapkan jam malam lagi ke anak-anaknya. Dengan alasan memberikan kebebasan dan kepercayaan kepada anak, yang dirasa sudah cukup umur.

Jam malam untuk anak milenial, perlu gak sih?

Berbeda dengan dulu. Orangtua sekarang merasa sudah tidak boleh mengekang anak-anaknya. Padahal seharusnya aturan di dalam sebuah keluarga itu harus berlaku secara mutlak.

"Sebenarnya, anak-anak pun tetap harus diberi batasan. Karena dengan adanya batasan, anak-anak jadi punya kontrol," ucap Mei, saat dihubungi Okezone.

Menurutnya, lebih baik orangtua tetap harus memberikan batasan, seperti berlakunya jam malam saat main. Bukan tidak mungkin, bakal ada banyak dampak buruk dialami seorang anak, sekalipun dia tumbuh dewasa.

Sebagai orangtua, bagaimanapun harus bisa menyampaikan apa efek negatif, ketika anak masih keluyuran sampai larut malam. Kecuali kalau ada urusan dengan pekerjaan atau kepentingan yang mendesak.

"Jadi tidak perlu khawatir anak-anak akan merasa kuno, karena orangtua tidak memberikan kebebasan atau tak percaya pada anaknya," ucap Mei.

Liburan ala milennial

Kalau dibiasakan peraturan jam malam, anak dengan sendirinya akan menyadari, bahwa batasan yang diberikan itu bukan tanpa alasan. Sebenarnya, aturan tersebut merupakan bentuk rasa perhatian dan cinta orangtua, yang tidak ingin terjadi sesuatu kepada anak-anaknya.

"Apalagi anak-anak zaman sekarang, justru tetap harus diberikan batasan untuk mengontrol diri sendiri," pungkas Mei.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini