nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Strategi Mempersiapkan Biaya Pendidikan untuk Anak

Ayu Dita Rahmadhani, Jurnalis · Minggu 07 Juli 2019 21:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 07 196 2075728 6-strategi-mempersiapkan-biaya-pendidikan-untuk-anak-Dvzti7Jwp8.png Merencanakan Pendidikan Anak (Foto: Jouska/Instagram)

Setiap orangtua tentunya setuju, jika pendidikan adalah hal yang penting untuk seorang anak. Tentu saja dengan pendidikan yang baik, seorang anak diharapkan dapat hidup lebih sejahtera dan sukses. Disisi lain, biaya pendidikan di Indonesia kian hari, kian mahal. Apa yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk menyiapkan dana pendidikan anak?

Belum semua orangtua menyadari pentingnya merencanakan dana pendidikan anak, mulai sejak dini. Padahal jika Anda mulai merencanakan keuangan dan berinvestasi sejak dini, Anda memiliki peluang untuk menyiapkan dana pendidikan Anak.

Indah Hapsari, Co-Founder and Head of Adviser Jouska Indonesia mengaku seringkali mendengarkan keluh kesah klien mengenai biaya pendidikan anak. Mereka merasa membiayai pendidikan anak, sangat memberatkan keuangan keluarga. Ada juga yang datang bertanya, Pak Anak saya tahun depan akan masuk kuliah, tetapi saya belum mempersiapkan biayanya. Ada juga orangtua yang memaksakan anaknya untuk masuk ke luar negeri, padahal belum memiliki persiapan yang cukup. Sebenarnya dana pendidikan anak itu dapat direncanakan dan disiapkan mulai sejak dini. Pertanyannya: Apakah Anda sebagai orangtua memiliki komitmen untuk mempersiapkan dana pendidikan anak atau tidak?

Indah menyebutkan, yang pertama adalah mencatat kemampuan keuangan termasuk aset-aset lainnya agar menyesuaikan besaran dana yang bisa disisihkan.

"Pertama punyanya berapa, bukan tujuannya apa karena tujuan bisa dibentuk dan menyesuaikan keadaan lho. Nah untuk dana pendidikan lebih ke aset yang gampang cair aja seperti tabungan, deposito, obligasi, emas," kata Indah Hapsari saat ditemui di ShopBack Class - Financial Talk: Preparing Your Children's School Funds Wisely, di Jakarta, belum lama ini.

 

Kedua adalah, mempersiapkan berapa besaran dana yang disisihkan untuk dana pendidikan. Selanjutnya kata Indah, siapkan juga dana-dana darurat misalnya biaya asuransi, biaya untuk keluarga, dan dana tanggungan lainnya agar bila terjadi apa-apa dana pendidikan tetap aman.

"Kumpulkan dana daruratnya juga, asuransi dulu, baru dana pendidikan percuma kumpulkan dana pendidikan tapi lupa asuransi karena nanti kepakai, inilah yang biasa dilupain," beber Indah.

Setelah dana-dana untuk biaya lain tersebut sudah disisihkan, mulailah menabung untuk dana pendidikan anak minimal dua tahun sebelum anak sekolah, karena biasanya sebelum pendidikan dimulai didahului dengan proses administrasi.

Kemudian di dana pendidikan tersebut masukkan juga dana sosial karena saat sekolah biasanya ada biaya untuk studi tour, uang les, bahkan uang perayaan ulang tahun teman sekolah yang kerap menjadi biaya ‘kaget’ bagi orangtua.

"Kalau mau sekolah siapkan 2 tahun, karena ada inflasi pendidikan 15 persen tiap tahun naik biayanya. Ada sosial cost juga kan ada ulang tahun temen anak kita," kata Indah.

Indah juga menyarankan besaran dana yang disisihkan, dari awal sudah disepakati oleh pasangan suami dan istri, karena sudah tahu besaran pemasukan tadi pastikan besaran dana yang disisihkan konsisten.

Terlebih bagi orangtua memiliki keinginan untuk menyekolahkan anak di sekolah tertentu yang memiliki standar khusus persiapannya harus lebih ketat karena biayanya bisa terbilang mahal.

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini