nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menpar Minta ASDP Bantu Kembangkan Pariwisata Banten dan Lampung

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 03:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 07 406 2075795 menpar-minta-asdp-bantu-kembangkan-pariwisata-banten-dan-lampung-GUFeHMSAcY.jpeg Menteri Pariwisata Arief Yahya di Merak (Foto: Dimas Andhika/Okezone)

Kehadiran Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak-Bakauheni menjadi angin segar di tengah melonjaknya harga tiket pesawat domestik. Melihat peluang tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta PT ASDP Ferry Indonesia untuk turut mendorong pengembangan potensi wisata di Banten dan Lampung.

Pria asal Banyuwangi itu menjelaskan, potensi pariwisata di Banten dan Lampung sebetulnya sudah sangat memumpuni, bahkan didukung oleh aksesbilitas dan infrastruktur yang semakin maju.

Ambil contoh Tol Trans Jawa yang telah diresmikan pada Desember 2018. Infrastruktur ini semakin memudahkan para wisatawan dalam melakukan perjalanan menggunakan jalur darat.

 Pria berbaju putih

Bayangkan bila Tol Trans Sumatera sudah siap dioperasikan. Perjalanan darat atau overland bisa jadi alternatif terbaik bagi wisatawan di saat harga tiket pesawat domestik sedang melambung tinggi.

"Sederhananya begini, kalau semua infrastruktur sudah mendukung, orang datang menggunakan ferry saja jumlahnya bisa jutaan. Hitungan kasarnya, 1 kapal ferry bisa mengangkut 1000 orang, sama dengan jumlah penumpang 7 airlines," kata Arief Yahya di Merak, Banten, baru-baru ini.

Sekarang tinggal bagaimana pihak pemerintah daerah dan stakeholders berkolaborasi untuk mengembangkan potensi wisata yang sudah ada.

 Pria berbaju putih

Banten, kata Arief Yahya, sudah punya Tanjung Lesung yang bisa dijadikan critical success factor pada kemajuan pariwisata lokal. Kendala saat ini hanya menyangkut status Gunung Anak Krakatau. Seperti diketahui BKSDA sudah menetapkan bahwa Gunung Anak Krakatau bukanlah kawasan pariwisata.

Alhasil Kementerian Pariwisata dan pemerintah daerah harus mencari cara untuk mengakali hal tersebut. Pasalnya, selama ini Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu alasan wisatawan tertarik menyambangi Lampung dan sekitarnya.

"Untuk Anak Krakatau saya rasa bisa dicontoh juga Ijen. Ijen itu termasuk Taman Wisata Alam (TWA). Nanti kita diskusikan saja radius mana yang TWA, radius mana yang cagar alam," tegas Arief Yahya.

"Itu penting untuk ditetapkan karena TWA itu bisa menarik wisatawan, jadi mohon dipertimbangkan para rekan-rekan stakeholders agar bisa mengarahkan Krakatau di sekitarnya sebagai taman wisata alam," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini