nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apen Beyeren, Berjalan di Atas Batu Panas Tanpa Alas Kaki di Biak

Chanry Andrew S, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 02:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 07 406 2075802 apen-beyeren-berjalan-di-atas-batu-panas-tanpa-alas-kaki-di-biak-GB7wu7QMkd.jpg Tradisi Apen Beyeren di Biak (Foto: Chanry Andrew/Okezone)

Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) VII tahun 2019 yang digelar pada 1-6 Juli 2019 di kota Biak, Provinsi Papua, secara resmi dibuka oleh Menteri Pariwisata yang diwakili Koordinator Kalender Of Event Indonesia Wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, Raseno Arya, Senin, 1 Juli lalu.

Festival Biak Munara Wampasi (BMW) VII digelar 1-6 Juli 2019. Beragam kegiatan ditampilkan untuk menyemarakkan event tahunan ini. Mulai dari konser musik hingga sajian pesona kuliner khas daerah setempat.

 Tradisi di Papua

Salah satu kegiatan menarik sekaligus unik adalah, "Apen Beyeren" atau berjalan di atas batu panas tanpa alas kaki yang mendapatkan antusiasme tamu undangan dan wisatawan.

Dalam sambutannya mewakili Menteri Pariwisata, Raseno Arya mengatakan, Festival Biak Munara Wampasi (BMW) mulai tahun 2020 akan akan dimasukkan dalam event kalender tahunan 2020.

"Yang diadakan di Kabupaten Biak Numfor ini, tahun depan kami berjuang untuk masuk kalender event tahun 2020," inilah pernyataan Menteri Pariwisata yang diwakili Koordinator Kalender Of Event Indonesia Wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, Raseno Arya saat menyaksikan atraksi Apen Beyeren di lokasi.

 Tradisi di Papua

Dikemukakan oleh Raseno Arya bahwa tahun depan ada beberapa daerah yang punya budaya atau tradisi unik siap diagendakan dalam kalender nasional, karena diakuinya "Apen Beyeren" atau berjalan di atas batu panas tanpa alas kaki hanya ada di Biak.

"Kita harus bangga karena Apen Beyeren ini hanya ada di Biak, sesuatu yang tidak dimiliki orang lain bahkan dunia tidak ada seperti ini," ucap Raseno.

 Tradisi di Papua

Sementara itu, Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap nyatakan agar Apen Beyeren pada tahun depan dibuat pada 3 tempat supaya keingintahuan masyarakat terutama wisatawan mancanegara dapat terjawab.

"Kalau bisa tahun depan Apen Beyeren tidak 1 saja, ada di 3 tempat: Barmani, Moibaken, Biak Utara, dan ketiganya jalan sama-sama sehingga semua dapat menceritatakan kepada dunia bahwa Biak punya budaya yang sangat unik yang adalah anugerah terindah dari Tuhan," ujar Bupati Herry.

Herry atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan terima kasih bagi seluruh marga, keluarga besar, keluarga terkait yang telah mensukseskan atraksi Apen Beyeren, dengan pesan agar budaya ini dilestarikan dan dijaga selalu, bahkan meminta kepada khalayak umum untuk tidak mentafsir dengan pemahaman yang sesungguhnya.

 Tradisi di Papua

Di akhir penyampaiannya, Herry menghimbau untuk seluruh masyarakat Biak Numfor mendukung pelaksanaan Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) VII tahun 2019 yang dilaksanakan dari 1-6 Juli, di mana ciptakan keamanan, kenyamanan, dan pastinya kebersihan.

Apen Beyeren menjadi agenda pertama usai dibukanya FBMW, yang akan dilanjutkan dengan Snap Mor di Distrik Bondifuar pada Selasa 2 Juli 2019 dan sejumlah agenda festival lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini