nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sutopo Meninggal Akibat Kanker Paru-Paru Stadium 4B, Dokter: Dia Contoh Pasien Hebat!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 07 Juli 2019 15:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 07 481 2075705 sutopo-meninggal-akibat-kanker-paru-paru-stadium-4b-dokter-dia-contoh-pasien-hebat-hu4bghkUgC.jpg Sutopo Purwo Nugroho (Foto: sutopopurwo/Instagram)

Bangsa Indonesia kembali kehilangan sosok yang akrab di tengah masyarakat hari ini, Minggu (7/7/2019). Adalah Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu dikabarkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di Guangzhou, China.

Penyakit paru-paru stadium 4B menggerogoti tubuhnya. Sel kanker itu pun diketahui telah menyebar ke anggota tubuh lain dan itu kenapa akhirnya Sutopo dirujuk untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut di China.

Kepergian Sutopo untuk selama-lamanya tentu menyisakan air mata. Sosok luar biasa itu menunjukkan kepada masyarakat bukti semangat hidup pantang menyerah sekali pun dirinya sedang diuji Tuhan melalui penyakit seriusnya.

 Pasien rumah sakit

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Ari Fahrial Syam, SpPD, punya pandangan tersendiri mengenai sosok Sutopo yang banyak menginspirasi orang tersebut. Menurut dr Ari, dia adalah contoh pasien hebat dan mampu melewati masalah penyakit serius dengan luar biasa kuat.

Terhitung sejak diagnosa kanker paru-paru keluar pada Desember 2017, Sutopo ikhlas menerimanya. Penyakit itu tak pernah menjadi alasan untuk dia mengabdi pada negara ini, khususnya terkait kasus bencana alam Indonesia. Sutopo tetap beraktivitas sekalipun sel kanker aktif itu terus merusak tubuhnya.

"Almarhum bertahan dari penyakitnya selama 19 bulan. Saya hanya ingin mengingatkan bagaimana sikap dia bisa jadi contoh untuk siapapun yang menderita penyakit kanker," ungkap dr Ari pada Okezone melalui pesan singkat, Minggu (7/7/2019).

 Pasien rumah sakit

Dokter Ari melanjutkan, sehari-hari sebagai dokter yang bekerja sebagai praktisi klinis, dia sering berhubungan dengan pasien yang mengalami sakit, termasuk sakit kanker.

Seseorang yang mengalami sakit kanker setelah menjalani proses pengobatan akan mengalami tiga hal: remisi, remisi dengan gejala sisa, atau mengalami kematian. Kematian yang terjadi memang bisa diprediksi di awal saat kepastian diagnosis pasien ditegakkan. Cuma kadang kala, karena kecemasan yang tinggi, pasien kanker yang sebenarnya masih stadium awal selalu berpikir kematian.

Tetapi sebaliknya, dia mengaku sering juga menghadapi seseorang yang sudah menderita panyakit kanker yang lanjut misal kanker stadium 4 tetapi tetap semangat dan tidak takut menghadapi kematian.

Pandangan manusia menghadapi kematian memang bermacam-macam. Hal ini juga bisa menjadi poin penting dalam menyikapi penyakit yang sedang dialami.

"Pengalaman saya sebagai dokter penyakit dalam melihat ada dua hal utama yang ada dipikiran pasien mengenai kematian. Ada yang berpikir upaya pencegahan dan pengobatan merupakan upaya untuk mencegah kematian. Di sisi lain ada yang berpandangan, kematian sudah takdir Allah SWT sehingga tidak usah sungguh-sungguh di dalam menjalani pengobatan dan tinggal menunggu saja takdir yang diberikan setelah mengalami kesakitan tersebut," paparnya mengenai perasaan pasien kanker paru seperti Sutopo.

Begitu juga pandangan keluarga pasien, ada yang pasrah dalam menghadapi sesuatu kematian tetapi ada yang merasa, pada awalnya tidak terima jika anggota keluarganya mengalami perburukan dan mengalami kematian. Kadang kala hal ini terjadinya karena anggota keluarga yang sakit denial pada kondisi sakit yang dihadapi keluarganya.

Almarhum Sutopo, sambung dr Ari, sempat mengunggah video pada Sabtu (15/6/2019) minta doa sebelum menjalani pengobatan kanker parunya di Guangzhou. Di mata seorang praktisi kesehatan, pasien seperti itu tetap optimis dan semangat untuk berobat walau sudah mengetahui penyakit kankernya sudah stadium 4B karena sudah menyebar ke organ lain. Dokter mungkin juga sudah menyampaikan mengenai prognosis dari penyakitnya.

Sutopo

Dokter memang sudah dibekali dengan ilmu prognosis yaitu memperediksi jika dilihat perjalanan penyakit dan kondisi pasien seberapa kondisi sakit pasien. Pilihan prognosis bisa baik, buruk atau ragu-ragu. Untuk penyakit kanker, penentuan prognosis lebih mudah apalagi jika pasien sudah jatuh dalam kondisi sakit kanker yang lanjut atau stadium 4B. Dokter bisa memprediksi angka kelangsungan hidup (survival rate) dalam 1 tahun atau 5 tahun. Semakin lanjut sakitnya semakin rendah harapan hidupnya.

Mengetahui informasi mengenai harapan hidup menjadi penting untuk pasien dan keluarga pasien sehingga pasien dan keluarga lebih siap menghadapi kematian.

Sebagai tambahan, dr Ari menjelaskan kalau kanker paru-paru menjadi salah satu penyebab kematian terbesar pada laki-laki. Umur harapan hidup kanker paru stadium 4B sekitar 4.7% dan kondisi ini juga dipengaruhi kondisi pasien, umur, jenis kelamin, etnis, dan respon terhadap pengobatan.

"Saya berharap semoga Sutopo khusnul khotimah dan perjuangan dia dalam melawan kanker paru-paru stadium 4B-nya bisa menjadi semangat buat penyintas kanker di luar sana untuk tetap mau bertahan dan kuat menjalani hidup," tambah dr Ari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini