nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sosok Perempuan Ini yang Membuat Sutopo Menangis, Setia hingga Akhir Hayat

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 12:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 08 196 2075987 sosok-perempuan-ini-yang-membuat-sutopo-menangis-setia-hingga-akhir-hayat-Htlvdt7dfD.JPG Sutopo Purwo Nugroho Semasa Hidupnya

NAMA Sutopo Purwo Nugroho kini tinggal kenangan, Tuhan telah menanggilnya kembali ke sisi-Nya. Segala kenangan di masa hidupnya akan kekal abadi di hati keluarga pun masyarakat.

Dalam perjuangan melawan kanker paru-paru yang sudah menggerogoti tubuhnya, Sutopo tak pernah memerlihatkan kesedihan. Dia berusaha untuk tetap tegar menjalani kehidupannya. Mungkin itu semua berkat doa dan tangan sang ibunda, Sri Roosmandari.

Ya, sosok sang ibu punya andil besar dalam perjuangan ayah dua orang anak laki-laki tersebut melawan kanker. Masih ingat bagaimana aksi si ibu memijat punggung Sutopo yang dibagikan di Instagram sebelum dia terbang ke Guangzhou, China?

Sutopo bersama ibunya

Di sana, terlihat jelas bagaimana ibu Sutopo setia berada di samping anaknya yang pada Minggu, 7 Juli 2019 harus pergi untuk selama-lamanya. Apa yang dilakukan sang ibu membuat Sutopo bahagia dan itu dia utarakan melalui caption foto. Seperti ini isi hati Sutopo untuk sang ibu.

"Sakit kanker yang sudah mentastase ke tulang itu sakitnya luar biasa. Nyeri terus menerus dan di banyak sendi. Diberi morfin tidak mempan menahan sakit. Alhamdulillah Ibuku masih sehat. Setia merawatku. Tanpa kenal lelah memijit sendi-sendi yang sakit. Meski selesai dipijit langsung sakit lagi. Mendoakankanku tanpa kenal lelah agar anaknya sembuh dari penderitaan sakit yang terus mendera anaknya. Doa ibu semoga diijabah Allah YMK. Mohon doanya semua netizen dan sahabatku semua," begitu tulis Sutopo sebulan yang lalu.

Sri Roosmandari sedang memijat anaknya, Sutopo

Dari kalimat itu, kita bisa lihat bagaimana dia bersyukur memiliki ibu yang mau merawatnya di kala sakit terus menyerang tubuhnya. Hal itu tentunya menjadi penguat Sutopo juga dalam melawan kanker paru-paru stadium 4 B. Ya, sekali pun Tuhan berkehendak lain, Sutopo menyerah dan membiarkan Tuhan mengambilnya kembali.

Dari gambar yang dibagikan juga kita bisa lihat bagaimana sosok sang ibu tegar dan sangat perhatian pada anaknya tersebut. Senyum kecil terlukis manis di wajahnya yang sudah menua. Kacamata dan daster khas emak-emak melekat di tubuhnya dan Sutopo tak malu memperlihatkan kondisi tersebut.

#Sang ibu punya makna besar bagi hidup Sutopo

Sebagian besar dari kita tentu setuju kalau ibu adalah sosok yang luar biasa. Tak ada ibu yang pengin anaknya menderita dalam menjalani hidup. Ibu juga akan melakukan segala cara supaya anaknya bisa bahagia dan bangga dengan dirinya.

Ibu juga tak pernah minta balas jasa. Apa yang dia berikan untuk anaknya, dia anggap sebagai bentuk kasih sayang dan tak pernah terbersit di benak sang ibu untuk meminta imbalan untuk perjuangan dia dalam membesarkan anak. Itu juga yang dirasakan Sutopo.

Dalam postingannya di Instagram, dia pernah mengungkapkan makna ibu bagi dirinya dan itu sangat luar biasa. Apa yang dituangkan Sutopo dalam bentuk tulisan, menjadi bahan instrospeksi bagi banyak netizen.

Di postingan itu, Sutopo menjelaskan kalau Ibunya ialah cinta sejatinya. Mengenai hal itu, dia ingat ketika wartawan menanyakan pada dirinya apa makna ibu di Hari Ibu. Dia menjawab, 'Makna ibu itu ada triliunan. Sulit dikuantifikasikan," terangnya.

Ibu, menurut Sutopo, adalah lambang surga yang terlihat di dunia, bahkan salah satu hadist disebutkan; surga berada di bawah telapak kaki ibu.

Ibu juga merupakan cinta yang tak terbatas dan tak pernah pudar. Bagi Sutopo, ibu adalah segalanya. Pengorbanannya saat bertaruh nyawa saat melahirkannya. Kesabaran, ketekunan, dan tak mengenal lelah merawat dan mendidik hingga besar. Ibu juga mau bekerja 24 jam tak mengenal lelah.

"Membangun karakter pribadi saya adalah peran ibu. Saya selalu menangis saat menuliskan makna ibu bagiku. Ingat masa-masa lalu, saat kecil hingga sekarang, ibu selalu memberikan perhatian yang begitu besar. Saat kecil, ibu selalu menjagaku. Aku masih ingat betul pelukan dan belaian ibu," ungkap Sutopo penuh haru kala itu.

Tidak hanya saat kecil, di kehidupan dewasanya, terlebih saat Sutopo divonis kanker, diakuinya, ibu tetap memaksakan diri menunggu dia dan melayani di rumah sakit dan di rumah.

Sutopo ingat betul, saat berada di rumah sakit, ibunya suka mengusap lembut kepalanya, memasang selimut saat tidur. Bahkan Sutopo pernah melihat ibunya menangis.

"Aku pernah melihat ibu meneteskan air mata melihat aku kesakitan tergolek di atas tempat tidur. Tiap saat ibu mendoakan kesembuhanku. Memohon pada Tuhan Yang Maha Kuasa agar mengangkat semua penyakitku tanpa meninggalkan penyakit lain di tubuhku," katanya.

Sutopo sejujurnya sulit mengungkapkan apa yang dia pikirkan ketika bicara mengenai ibu. Kata-kata tak mampu menjelaskan semua isi hatinya. Itu karena begitu besar pengorbanan sang ibu untuk hidupnya. Begitu cintanya sang ibu pada anaknya ini.

Mungkin, kalimat ini bisa jadi kesimpulan dari apa yang dia pikirkan mengenai ibu. Bagi Sutopo, ibu adalah orang yang paling indah yang menjadi idola dan kebanggan dia.

Kesukesan yang didapat Sutopo, dia yakini tak lepas dari peran ibu. Segala kemampuan, intelektual, dan peran yang dia lakukan, sesungguhnya berasal dari ibu. Sebaliknya, apa yang dia lakukan, semuanya untuk sang ibu. Untuk membahagiakan ibunya. "Ibu, kaulah cinta sejatiku," tutup Sutopo penuh haru. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini