nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terungkap Alasan di Balik Penis Kecil Patung Yunani Kuno

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 09 Juli 2019 19:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 09 612 2076770 terungkap-alasan-di-balik-penis-kecil-patung-yunani-kuno-jMhMbMk9XV.jpg Bentuk Patung Yunani

SEBAGIAN besar pria pasti ingin memiliki alat vital berukuran besar. Ukuran yang besar dinilai sebagai lambang kejantanan dan berpeluang lebih besar dalam memuaskan pasangan. Namun, berbeda dengan persepsi orang di zaman Yunani kuno.

Ukuran penis yang kecil merupakan sesuatu yang paling sering dicari oleh seorang alfa male. Hal ini terbukti dengan banyaknya pemahat patung yang mengukir penis dalam ukuran kecil. Ternyata di balik penis yang kecil tersebut, terdapat ideologi yang berkembang dengan sangat baik.

Patung Yunani dengan bentuk penis kecil

“Orang Yunani menghubungkan penis kecil dan tidak ereksi dengan moderasi yang merupakan salah satu kebajikan utama yang membentuk pandangan mereka tentang maskulinitas ideal,” terang Profesor Klasik yang mengajar di Harvard, Columbia, Andrew Lear, sebagaimana dilansir Qz, Selasa (9/7/2019).

Menurut Andrew, bentuk penis kecil yang tidak ereksi mencerminkan sosok pria ideal seperti pahlawan, dewa, atlet, dan lain-lain. Di sisi lain bentuk penis berukuran besar mencerminkan sosok Satyr yakni lelaki setengah kambing yang identik dengan pemabuk dan penuh napsu liar serta aneka pria yang tidak ideal lainnya.

Gagasan serupa tercermin dalam literatur Yunani kuno seperti Aristophanes yang memiliki penis besar kulit pucat dan dada yang sempit. Ia memiliki sikap keji yang sangat besar dan itu merupakan salah satu karakteristik anak muda Athena yang tidak atletis atau terhormat.

Hanya pria aneh dan bodoh yang diperintah oleh nafsu dan dorongan seksual yang memiliki penis besar di Yunani kuno. Blogger sejarah, Ellen Oredsson mencatat di situsnya bahwa patung-patung zaman Yunani kuno menekankan keseimbangan dan idealisme.

“Pria Yunani itu ideal, rasional, intelektual dan berwibawa. Mereka mungkin masih melakukan banyak hubungan seks, tapi ini tidak berhubungan dengan ukuran penisnya dan penis kecilnya membuatnya tetap dingin secara logis,” lanjut Lear.

Ada beberapa teori mengapa penis ideal di Yunani berukuran kecil dan kini berkembang menjadi besar. Lear menunjukkan bahwa mungkin munculnya pornografi atau dorongan ideologis membuat laki-laki tunduk pada tubuh dengan rasa malu yang biasanya dihadapi perempuan. Selain itu ada juga tekanan modern untuk memiliki penis berukuran besar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini