nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Haryo Tali Jiwo Memberantas Siluman Tuyul dan Kera Putih di Kampung Nelayan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 17:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 11 612 2077659 kisah-haryo-tali-jiwo-memberantas-siluman-tuyul-dan-monyet-kera-di-kampung-nelayan-H3KTOtOn6x.jpg Ilustrasi Hantu (Foto: Pixabay)

BANYAK orang nekat melakukan berbagai cara demi memiliki harta berlimpah. Tak sedikit pula yang rela menggunakan jalan pintas seperti meminta bantuan makhluk astral dengan cara melakukan pesugihan.

Jangan salah, praktik pesugihan rupanya masih dipercaya masyarakat Indonesia hingga saat ini. Seperti sebuah kisah menyeramkan yang dialami Metaphysicist Haryo Tali Jiwo beberapa tahun silam.

Awal mula teror tuyul

Kepada Okezone, Haryo bercerita bahwa kejadian tersebut bermula ketika salah satu rekannya meminta tolong untuk membasmi teror tuyul yang sudah meresahkan kampungnya.

"Jadi waktu itu ada 1 RT yang mengeluh sering kehilangan uang. Mereka curiga itu ulah makhluk halus alias tuyul. Nah, rekan saya ini tiba-tiba meminta tolong karena kejadiannya sudah sangat meresahkan, bahkan melebar hingga 1 RW," terang Haryo Tali Jiwo saat ditemui Okezone di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019).

Haryo menambahkan, jumlah uang yang hilang selalu sama dan kejadiannya selalu di hari yang sama. Ia pun semakin yakin bahwa kejadian itu ada sangkut pautnya dengan hal-hal mistis.

"Mereka itu selalu kehilangan uang setiap 3 hari sekali. Jumlah uangnya selalu bervariasi, misalnya setiap hari Selasa malam hilangnya Rp22 ribu. Jadi setiap rumah hilangnya segitu. Terus nanti saat Jumat malam, jumlah yang hilang jadi Rp45 ribu," tambahnya.

Paranormal Haryo Tali Jiwo

Prosesi pembersihan

Haryo semakin tergerak membantu rekannya setelah mengetahui bahwa teror tuyul ini terjadi di kawasan kampung nelayan, Pluit, Jakarta Utara. Sebagaimana diketahui, sebagian besar warga yang tinggal di daerah itu tingkat perekonomiannya berada pada kategori menengah ke bawah.

Selain itu, teror ini sudah berlangsung cukup lama yakni sekitar 8 bulanan lebih. Sebetulnya sudah ada beberapa paranormal yang mendatangi perkampungan tersebut, namun tidak berhasil memberikan solusi.

"Akhirnya saya meluncur ke sana. Saya langsung mengunjungi rumah teman saya. Kebetulan saya membantu secara diam-diam, cuman diketahui RT dan RW. Kalau diberitahu takutnya nanti enggak fokus dan malah ramai," terang Haryo.

Saat itu, Haryo membawa seperangkat alat salat dan prasarana lainnya untuk melakukan ritual. Ia kemudian meminta satu kamar kosong untuk menunaikan salat sunah hajat dan doa wirid.

Kedua doa ini sengaja dilakukan untuk membersihkan bala atau teror tuyul. Benar saja, tak selang berapa lama kemudian, Haryo diperlihatkan sesosok anak kecil yang sangat menyeramkan.

"Saya diperlihatkan sesosok anak kecil, tingginya itu seperti bayi yang masih berusia 6 bulan, tapi sudah bisa berjalan, terus badannya kekar. Tapi wajahnya tidak seperti bayi pada umumnya," tegas Haryo.

Kiriman dari kampung sebelah

Awalnya Haryo mencoba berinteraksi secara baik-baik dengan makhluk halus itu. Namun sayang, si tuyul malah tertawa dan menarik-narik tasbihnya.

Tanpa ragu lagi Haryo langsung menggunakan kekuatan batinnya untuk melawan tuyul tersebut, dan tiba-tiba visual Haryo berubah. Kali ini, ia melihat sesosok kera putih yang berada tepat di hadapannya.

"Saya langsung tanya, kamu ini siapa lagi? Dia bilang ada yang memerintah, alias ada tuannya. Setelah saya gertak dia mengaku dapat perintah dari seseorang di Cirebon. Saya pukul lagi dengan ilmu batin saya, dan akhirnya dia menunjukkan sosok orangnya," ugkap Haryo.

Singkat cerita, tuyul yang menyerang kawasan Kampung Nelayan di Jakarta Utara itu merupakan kiriman dari seorang pria yang sudah melalukan kontrak pesugihan dengan siluman tuyul dan kera putih.

Pria itu sudah menyetujui kontrak pesugihan yang akan berlangsung selama 1 tahun 3 bulan. Tidak ada satupun orang yang bisa menghalanginya karena ia sudah melakukan kontrak mati.

"Jadi si pawang tuyul ini kalau menyudahi operasinya dia bisa juga. Istilahnya dia itu sudah nyetor nyawa karena ada kontrak. Dia tinggal di dekat kampung nelayan, hanya beda kelurahan. Kenapa targetnya kampung nelayan? Di tempat itu ternyata ada saudaranya, jadi bisa digunakan untuk alibi, alias numbalin saudaranya," jelas Haryo.

Memagari kampung

Setelah berinteraksi dan memberikan ultimatum secara visual dan metaphisik, si pengirim dan pawang tersebut rupanya masih bersikeras meneror kampung nelayan. Namun karena Haryo sudah terlanjur all out dan memang berniat membantu warga kampung, akhirnya ia membersihkan dengan caranya sendiri.

"Setelah melakukan ritual pembersihan, saya mencoba membuat lingkaran gaib untuk melindungi tempat tersebut, saya kelilingi kampung itu sembari membaca dzikir. Fungsinya untuk melindungi kampung dengan pagar ghaib. Alhamdulillah, setelah 2 minggu berselang tidak ada kabar kehilangan lagi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini